nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fintech Bisa Kalahkan Popularitas Perbankan

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 26 Maret 2019 14:56 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 26 320 2035154 fintech-bisa-kalahkan-popularitas-perbankan-i5a1rASklY.jpg Ilustrasi Fintech (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Perkembangan financial technologi (Fintech) alias sistem keuangan berbasis digital terus menunjukan tajinya. Indsutri ini lewat peer to peer lending (P2P) menjadi penantang kuat dari industri keuangan lainya termasuk perbankan.

Deputi Komisioner OJK Sukarela Batunanggar mengatakan. P2P lending saat ini menjadi primadona khusunya bagi kalangan UMKM. Bahkan dirinya meyakini jika Fintech P2P Lending bisa menggeser popularitas dari perbankan.

Apalagi P2P lending ini memiliki berbagai macam keunggulan yang tidak dimiliki oleh perbankan. Salah satunya kemudahan dalam memberikan pinjaman tanpa agunan dengan cepat pula.

"Fintech akan mendominasi jasa keuangan. Kalau perbankan punah enggak, tapi fintech bisa unggul karena iru perkembangan fintech akan dilindungi," ujarnya dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (26/3/2019).

Baca Juga: Fintech Ilegal Harus Ditindak Tegas

Pada saat ini saja penyaluran pinjaman yang berasal dari P2P lending terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data OJK, dalam dua tahun terakhir akumulasi penyaluran pinjaman fintech lending sudah naik masing-masing 802,22% dan 784,3% secara tahunan.

Sementara itu khusus untuk penyaluran kepada UMKM menjadi yang salah satu memiliki kontribusi tertinggi. Pihaknya mencatat penyaluran kredit kepada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) melalui peer to peer (P2P) lending mencapai Rp 25,9 triliun per Januari 2019.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran kredit kepada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) melalui peer to peer (P2P) lending mencapai Rp 25,9 triliun per Januari 2019.

Baca Juga: Gantikan Perbankan, Fintech Bisa Untungkan Negara dan UMKM

"Saya melihat sendiri UMKM mendirikan fasilitas pinjaman daerah. Selama memiliki handphone, jaringan internet juga lalu literasi digital maka literasi pemahaman keuangan bisa menggunakan ini semua. Pada dasarnya semua berubah bisa kok, asalkan literasi keuangan jalan, literasi infrastruktur juga jalan," jelasnya.

Sukarela menambahkan, data tersebut tersebut bukan bermaksud untuk menakut-nakuti industri perbankan. Akan tetapi sebagai bahan evaluasi jika Fintech menjadi penantang serius jika tidak ada perubahan yang dilakukan.

Menurutnya, perbankan perlu melakukan beberapa inovasi pada bisnis modelnya agar tidak tertinggal. Misalnya adalah dengan penggunaan teknologi dalam bisnisnya.

"Ada tiga model inovatif teknologi untuk mendorong inklusi keuangan yaitu perbankan harus mengubah stratetgi dan bisnis model serta infrastrukturnya agar tidak ketinggalan dalam meningkatkan inklusi keuangan," jelasnya.

(fbn)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini