nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Banyak Negara Krisis Ekonomi, Gubernur BI: Kita Harus Bersyukur

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 27 Maret 2019 12:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 27 20 2035572 banyak-negara-krisis-ekonomi-gubernur-bi-kita-harus-bersyukur-BsWW8Lbd18.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebut Indonesia sangat bersyukur jika pertumbuhan ekonominya masih stabil. Meskipun memang jika secara angka, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih melambat.

Menurut Perry, alasan mengapa Indonesia patut bersyukur adalah karena banyak negara lain yang justru tidak tahan dengan kondisi ekonomi global pada tahun lalu. Di mana pada tahun lalu, ekonomi global memang sedang tidak ramah-ramahnya.

Apalagi pada tahun lalu, banyak sekali negara yang mengalami krisis finansial. Sebut saja Argentina, hingga Turki.

"Kita patut bersyukur, harus bersyukur bahwa kinerja ekonomi Indonesia pada tahun 2018 cukup baik," ujarnya dalam acara peluncuran buku Laporan Perekonomian Indonesia 2018 di Komplek Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (27/3/2019).

 Baca Juga: Ekonomi 2018 Tumbuh 5,17%, RI Lolos dari Ketidakramahan Dunia

Menurut Perry, kondisi perekonomian global pada 2018 sangat tidak ramah. Dampaknya perekonomian Indonesia pun mengalami guncangan pada tahun lalu.

Salah satu faktor yang membuat perekonomian global tidak ramah adalah kebijakan pemerintah dan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed). Dari sisi kebijakan pemerintah Amerika Serikat sendiri banyak sekali yang menyebabkan namun yang paling berdampak adalah pengenaan bea masuk terhadap produk baja asal China.

Hal ini memiliki dampak domino yang membuat antara Amerika Serikat dan China mengalami perang dagang. Perang dagang ini juga cukup berdampak pada negara lain karena ada beberapa negara juga yang mengenakan bea masuk untuk melakukan proteksi terhadap produk asal Amerika Serikat dan China.

 Baca Juga: Ekonomi 2018 Tumbuh 5,17%, RI Lolos dari Ketidakramahan Dunia

Lalu ada juga kebijakan kenaikan suku bunga oleh The Fed. Pada tahun lalu, The Fed sendiri menaikan suku bunganya sebanyak 4 kali.

Hal ini cukup berpengaruh terhadap nilai tukar negara-negara di dunia. Sebab, banyak aliran modal asing yang berada di negara tersebut kembali pulang kampung menuju Amerika Serikat.

Selain itu masih ada beberapa hal lagi seperti peristiwa Brexit. Dan juga adanya penurunan harga komoditas yang sangat amat berpengaruh bagi negara berkembang yang masih mengandalkan ekspor komoditas.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini