Kata Lilis, penerbitan ETF ini merupakan salah satu bentuk komitmen perseroan kepada para investor untuk menyediakan produk yang semakin lengkap dan kompetitif sesuai dengan tren perkembangan industri pengelolaan investasi global maupun nasional. Sementara Direktur Utama Mandiri Sekuritas, Silvano Rumantir menambahkan, penerbitan produk XBID dan XBSK ini merupakan upaya bersam perseroan untuk menghadirkan ragam produk investasi yang inovatif, berkualitas, dan kompetitif kepada para investor. “Sebagai bróker lokal teraktif di pasar modal Indonesia, kami optimis dapat memberikan nilai tambah kepada para investor melalui layanan pasar modal terlengkap kepada seluruh nasabah,” tandasnya.
Menurut Silvano, tingginya minat para investor terhadap pilihan produk investasi berkualitas mendorong Mandiri Sekuritas untuk menawarkan secara perdana ETF XBID dan XBSK. Sebagai informasi, XBID akan berinvestasi pada saham-saham yang ada dalam daftar indeks IDX30, dengan tujuan untuk menghasilkan kinerja portofolio yang menyerupai kinerja indeks tersebut. Konstituen saham IDX30 dipilih oleh BEI terdiri dari 30 saham yang paling likuid diperdagangkan. Kapitalisasi pasar IDX30 mencapai 59,1% dari kapitalisasi pasar di BEI, dan kinerjanya selama 5 tahun terakhir (2014-2018) lebih unggul 4,31% dibanding IHSG.
Sementara itu XBSK akan berinvestasi pada saham-saham dalam daftar indeks SRIKEHATI, dengan tujuan menghasilkan kinerja yang menyerupai indeks tersebut. Indeks SRI-KEHATI beranggotakan 25 saham yang ditetapkan oleh Yayasan KEHATI dengan pertimbangan utama emiten harus memiliki bisnis yang ramah lingkungan, tanggung jawab sosial yang tinggi, dan tata kelola korporasi yang baik. Kinerja SRI-KEHATI selama 5 tahun terakhir (2014-2018) menghasilkan 59,31%, sementara IHSG menghasilkan angka 44,93%.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.