JK: Kecepatan dan Teknologi Kunci Sistem Pemerintahan

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 28 Maret 2019 13:21 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 28 320 2036101 jk-kecepatan-dan-teknologi-kunci-sistem-pemerintahan-Bq8y3bFmOu.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyebut pada era digital pada saat ini, kecepatan menjadi hal yang sangat penting. Tak terkecuali dalam sistem pemerintahan.

Bagi siapa saja yang memiliki pelayanan yang cepat maka akan memuaskan masyarakat. Bahkan kecepatan ini juga bisa menarik investor agar mau menanamkan modalnya di Indonesia.

"Kecepatan merupakan kunci dari dua hal yang dapat kita laksanakan dalam sistem pemerintah," ujarnya di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (28/3/2019).

 Baca Juga: Soal Teknologi, JK: Kalau Tak Dimulai Ketinggalan Terus

Oleh karena itu lanjut JK, dirinya mendorong agar pemerintahan juga mulai mempercepat pelayanannya. Dengan cara menggunakan teknologi digital lewat Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Saat ini menurut JK sudah tidak zaman lagi menggunakan cara-cara yang lama. Hampir seluruh industri dan bisnis mulai bergeser ke arah digital untuk mempercepat pelayanan.

Sebagai salah satu contohnya adalah pada industri perbankan. Saat ini perbankan yang akan maju adalah bank yang memiliki pelayanan teknologi canggih dan juga cepat.

 Baca Juga: Wamen ESDM Beberkan 3 Kunci Peningkatan SDM Sektor Kelistrikan

Hasilnya, saat ini untuk mengambil uang di bank sudah tidak perlu lagi antre berjam-jam di bank. Sebab hanya menggunakan handphone saja, saat ini sudah bisa melakukan transaksi.

"Pelayanan juga berubah. Dulu di bank menyetor harus antre sekarang di kantong. Dari rumah bisa ngambil uang bisa kirim uang," ucapnya.

Dari sisi pemerintahan sendiri memang saat ini sudah mengalami perubahan. Dahulu kala untuk mengurus pensiun agar dana pensiun bisa cair harus datang jauh-jauh ke Jakarta agar Surat Keputusan (SK) pensiunnya keluar.

Namun saat ini ternyata untuk mengurus pensiunan tidak perlu lagi datang jauh-jauh ke Jakarta. Sebab hanya menggunakan handphone atau laptopnya, para pensiuanan ini bisa segera mendapatkan SK Pensiun.

"Kalau tidak masuk dalam jaringan berarti kita tidak mempercepat sesuatu. Karena itulah sistem yang banyak apakah di e-budgeting. E-control tentu harus berubah," kata JK.

"Dan banyak perubahan yang efektif. Kalau dulu pegawai yang pensiun datang ke Jakarta bawa sesuatu dia keluar slip untuk mendapatkan pensiunnya. Sekarang otomatis keluar dan bisa keluar SK-nya," imbuhnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini