nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

40% Generasi Milenial Ternyata 'Anker'

Retno Tri Wardani, Jurnalis · Sabtu 30 Maret 2019 15:51 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 30 320 2037067 40-generasi-milenial-ternyata-anker-NyU2skQMp6.jpeg Foto: Retno/Okezone

JAKARTA – Kereta Api Sebagai moda transportasi untuk berpergian jauh nampaknya masih menjadi salah satu pilihan yang banyak digemari masyarakat khususnya para generasi millenial. Nyatanya sekitar 40% generasi millenial menggunakan moda transportasi ini alias anak kereta (Anker).

“40% generasi millenial menggunakan kereta api," ujar Managing Director Of Commerce Dody Budiawan ketika ditemui di event KAI Millenial Travel Fair di Senayan, Sabtu (30/3/2019).

Menurut Dody, pengalaman ketika menggunakan kereta api sangat berbeda dengan transportasi lain. Jika menggunakan kereta api, para penumpang bisa menikmati pemandangan disepanjang jalan, sedangkan jika menggunakan pesawat hanya pemandangan awan saja yang terlihat.

"Karena gini, menikmati perjalanan kereta api itu beda dengan pesawat terbang dan angkutan laut karena kalo angkutan laut yang dilihat hanya air saja kemudian kalo di udara hanya awan saja. Nah kereta api ini sangat cocok dengan jiwanya para milenial yang memang ingin merasakan experience atau pengalaman, disitu mereka bisa melakukan segala hal seperti mendokumentasikan, menikmatinya, ya cocoklah kalo menurut saya,” jelasnya

PT KAI akan terus mengakomodir seluruh masyarakat khususnya kaum muda. Karena milenial kan ingin cepat, mudah dan praktis dalam memanfaatkan teknologi .

“Seperti yang saya bilang kalau gadget itu bagian dari hidupnya. Kita sekarang berusaha masuk ke gadget-gadget ini kita buat mudah. Disini memang pengguna kereta api naik pesat seperti contoh data tahun 2018 sekitar 420 juta sekian dalam setahun. Sebelumnya hanya 380an, kita kan berfikir ah naiknya paling gak sampai 400 ternyata antusiasmenya luar biasa,” tuturnya.

Dody menambahkan bahwa PT KAI selalu memperbaiki pelayanannya bisa dilihat sekarang jauh lebih aman bersih. Selain itu, ketepatan waktu juga akan terus dilakukan guna memberikan kenyaman bagi para penumpang.

"Setelah itu etepatan waktu bagi kita menjadi suatu kewajiban dan yang terutama keselamatan. Jadi hal itu mungkin yang membuat meningkatnya penumpang kereta api,” katanya

Pihak KAI juga akan memperdalam lagi mengajak masyarakat menggunakan KAI Access. Karena itu adalah aplikasi resmi kereta api untuk pembelian tiket serta perjalanan kereta api. Serta memperkenalkan LinkAja sebagai alat pembayaran digital yang dipunyai oleh BUMN.

“Sehingga diharapkan para milenial yang akrab dengan gadget ini bisa dengan mudah mendapatkan tiket-tiket daerah tujuan yang mereka inginkan,” tegasnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini