Tarif Ojek Online Resmi Berlaku 1 Mei, Simak Faktanya

Retno Tri Wardani, Jurnalis · Senin 01 April 2019 06:15 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 30 320 2037126 tarif-ojek-online-resmi-berlaku-1-mei-simak-faktanya-eRNNDPpGzW.jpg

JAKARTA – Tarif ojek online (ojol) resmi diberlakukan pada 1 Mei 2019. Namun, masih banyak pro dan kontra mengenai tarif batas atas dan batas bawah yang katanya dapat merugikan masyarakat.

Penerapan tarif ojek tersebut terbagi menjadi tiga zona. Zona pertama meliputi Sumatera Jawa (kecuali Jabodetabek) dan Bali, sementara zona kedua meliputi Jabodetabek, dan zona ketiga adalah meliputi Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Kepulauan Maluku dan Papua.

Berikut fakta-fakta mengenai tarif Ojek Online yang telah dirangkum Okezone, Sabtu (30/3/2019).

1. Kemenhub Sebut Tarif Ojek Online Minimal Rp10.000 per 5 Km, Ini Bocorannya!

Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Darat) Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan, nantinya pihaknya akan menyiapkan tarif pada jarak tertentu atau yang biasa disebut flag fall. Untuk sementara lanjut Budi, konsumen akan membayar tarif minimal Rp10.000 untuk jarak tempuh minimal 5 kilometer.

"Flag Fall rata-rata menerima 5 kilometer sekitar Rp10.000," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (21/3/2019).

2. Tarif Ojek Online Ditetapkan, Grab Sebut Dampaknya Merugikan Masyarakat

Grab Indonesia menanggapi penetapan tarif Ojek Online (Ojol) yang baru saja diumumkan oleh Kementerian Perhubungan. Tarif ojek online diatur dalam Surat Keputusan Menteri Perhubungan yang akan ditandatangani pada hari ini.

Head of Public Affairs Grab Indonesia Tri Anreianno mengatakan, penetapan tarif baru untuk ojol akan berdampak kepada masyarakat menengah ke bawah. Karena dikhawatirkan mereka tidak lagi bisa menggunakan jasa ojek online yang memang selama ini masih menjadi pilihan utama karena tarif yang murah.

3. Tarif Ojek Online Terbagi 3 Zona, Mulai Rp1.850-Rp2.600 per Km

Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Darat) Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan, dalam aturan tersebut nantinya akan dibagi menjadi tiga zona.

Zona pertama adalah meliputi Sumatera Jawa (kecuali Jabodetabek) dan Bali, sementara zona kedua meliputi Jabodetabek, dan zona ketiga adalah meliputi Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Kepulauan Maluku dan Papua.

4. Penetapan Tarif Ojek Online Jadi Keseimbangan bagi Konsumen, Aplikator dan Driver

Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Soekartono mengatakan, apa yang dilakukan oleh pemerintah merupakan langkah yang sudah benar. Apalagi dalam tarif baru ini ada batas atas dan bawah.

"Saya pikir ini adalah langkah yang sudah baik yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan untuk menetapkan batas atas dengan batas bawah," ujarnya di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (25/3/2019).

Adanya tarif batas dan bawah untuk keseimbangan antara memenuhi keinginan konsumen , driver dan aplikator. Sebab, tariff ini untuk memenuhi kepentingan aplikator dan batas bawah untuk khusus konsumen.

5. Berlaku 1 Mei, Tarif Ojek Online Bakal Dievaluasi Tiap 3 Bulan

Menurut Budi, pemerintah akan tetap melakukan evaluasi setiap tiga bulan ke depan. Jika dirasa ada masukan-masukan baru maka tidak menutup kemungkinan jika tarif itu bisa diubah setiap tiga bulan.

Namun, evaluasi tersebut hanya menyangkut tarifnya saja. Sedangkan elemen lainnya tidak termasuk kedalam evaluasi karena menurutnya sudah dirasa cukup memuaskan.

6. Tarif Baru Ojek Online Resmi Berlaku 1 Mei 2019


Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan, tarif baru ini akan berlaku mulai 1 Mei 2019. Hingga 1 Mei nanti, pemerintah akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat para driver dan juga pihak aplikator.

"Kemudian SK Menhub. Akan kita berlakukan jadi kalo hari ini pemberlakuannya tanggal 1 Mei 2019," ujarnya dalam acara konferensi pers di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (25/3/2019).

7. Tarif Ojek Online Kini Lebih Pasti

Penetapan tarif ojek online (ojol) oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan memberikan kepastian kepada masyarakat dan mitra pengemudi. Meski demikian, jangan sampai patokan tarif ini mengganggu daya beli pengguna transportasi roda dua tersebut.

Dalam keputusannya, Kemenhub melalui Direktorat Perhubungan Darat menetapkan tarif ojol untuk zona I dengan batas bawah Rp1.850 dan batas atas Rp2.300 per kilometer (km). Zona II batas bawah Rp2.000 dan batas atas Rp2.500 per km, serta zona III dengan batas bawah Rp2.100 dan batas atas Rp2.600 per km.

8. Tarif Ojol Naik 20%, Ini Catatan dari YLKI

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan, adanya regulasi ojol dan kenaikan tarif harus menjamin adanya peningkatan pelayanan, khususnya dari aspek keamanan dan keselamatan. Aspek ini menjadi sangat krusial, karena pada dasarnya sepeda motor adalah moda transportasi yang tingkat aspek safety dan securitynya paling rendah.

9. Tarif Ojek Online Resmi Diumumkan, Ini Reaksi Asosiasi Driver

Ketua Gabungan Aksi Roda Dua Indonesia (Garda) Igun Wicaksono mengatakan, pihaknya masih belum menentukan sikap setelah diumumkannya tarif ojek online tersebut. Sebab menurutnya, dirinya masih harus melakukan komunikasi terlebih dahulu dengan para driver ojek online diseluruh Indonesia.

"Namun kita belum tentukan sikap secara nasional, besok kita mau komunikasi dengan teman-teman se-Indonesia," ujarnya saat dihubungi media di Jakarta, Senin (25/3/2109)

10. Go-Jek Pelajari Tarif Baru Ojek Online

VP Corporate Affairs Go-Jek Michael Say mengatakan, pihaknya tidak bisa banyak komentar terkait penerapan tarif baru dari Ojek Online tersebut. Sebab menurutnya, perusahaan harus mengkaji terlebih dahulu dampaknya baik kepada konsumen, driver maupun bagi aplikator itu sendiri.

"Kami perlu mempelajari terlebih dahulu dampaknya kepada permintaan konsumen, pendapatan para mitra yang sejatinya bergantung pada kesediaan konsumen dan juga para mitra UMKM di dalam ekosistem Go-Jek yang menggunakan layanan antar ojek online," ujarnya saat dihubungi Okezone, Senin (25/3/2019).

11. Tetapkan Tarif Baru Ojek Online, Indonesia Belajar dari Thailand

Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Darat) Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan, penetapan tarif itu juga mengakomodir dari hasil kajian dari beberapa negara. Khususnya di negara Asia Tenggara (ASEAN) seperti Vietnam dan Thailand yang memang juga ada transportasi Ojek Online.

"Perlu saya sampaikan apakah ada di negara lain yang sudah menerapkan? Saya sudah (survei) di beberapa negara di ASEAN jaya di Vietnam dan Thailand. Jadi kita benchmark-in terutama dengan negara-negara di Asia Tenggara," ujarnya dalam acara konferensi pers di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (25/3/2019).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini