nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tarif Kargo Udara Mahal Picu Pengiriman Barang Lewat Laut Naik 0,76%

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 01 April 2019 17:27 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 01 320 2037858 tarif-kargo-udara-mahal-picu-pengiriman-barang-lewat-laut-naik-0-76-xNeMcrmn6G.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya kenaikan pengiriman barang dengan melalui laut pada periode Februari 2019. Pada Februari tercatat 23,33 juta ton barang yang dikirim lewat jalur laut atau meningkat 0,76% pada bulan sebelumnya.

Direktur Statistik Distribusi BPS Anggoro Dwitjahyono mengatakan, bada yang tidak biasa dari kenaikan pengiriman barang lewat laut ini. Sebab, jika melihat tren pada tahun-tahun sebelumnya, angka pengiriman barang lewat laut biasanya mengalami penurunan.

Diduga kenaikan pengiriman lewat laut ini dikarenan kenaikan kargo pesawat. Seperti diketahui pada Januari dan Februari 2019, maskapai menaikan tarif tiket pesawat dan kargo.

"Biasanya tren bulan Februari untuk angkutan laut barang selalu turun," ujarnya saat ditemui di BPS, Jakarta, Senin (1/4/2019).

 Baca Juga: Bukti Mahalnya Biaya Logistik, Tarif Kargo Udara Naik hingga 300%

Terakhir kali pengiriman lewat jalur laut ini mengalami kenaikan pada periode Februari adalah pada tahun 2012 lalu. Ketika itu, kenaikannya mencapai 3,21%.

"Dari data tersebut belum dapat disimpulkan ada pengaruh kargo pesawat. Kenaikan 0,76% masih relatif kecil," ucapnya.

Peningkatan jumlah barang yang diangkut terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta dengan presentase sekitar 35,56%. Lalu disusul Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dengan kenaikan mencapai 6,8%

 Baca Juga: Garuda: Masalah Tarif Kargo Udara Sudah Beres

Sebagai informasi sebelumnya, Wakil Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo), Budi Paryanto, menjelaskan karena tarif kargo pesawat naik 50%, pengiriman yang semula melalui jalur udara kini beralih ke darat dan laut.

"Yang kami alihkan ini yang layanan reguler. Tapi muncul masalah kalau di laut itu layanan 2 hari, tapi nunggu bongkar muat 3 hari. Jadi 5 hari. Kalau sampai 5 hari ini customer lari," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini