nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Infrastruktur Jadi Kendala Penuhi Target Elektrifikasi 99,9%

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Senin 01 April 2019 19:44 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 01 320 2037941 infrastruktur-jadi-kendala-penuhi-target-elektrifikasi-99-9-lIszFP6KEp.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Penuntasan program elektrifikasi di seluruh pelosok Indonesia sangat krusial untuk mengangkat harkat seluruh penduduk bangsa. Oleh karena itu, PT PLN (Persero) terus berusaha menggenjot ketersediaan listrik hingga ke pedesaan.

Kendala terbesar PLN dalam upaya mewujudkan target rasio elektrifikasi 99,9% pada akhir 2019 adalah masalah infrastruktur dan daya beli masyarakat yang belum merata. Untuk itu, PLN  perlu dukungan dari pemda-pemda di seluruh Indonesia.

"PLN masih punya pekerjaan rumah besar dalam upaya mewujudkan target menuju rasio elektrifikasi sebesar 99,9% yang ditetapkan pemerintah akhir tahun ini," kata Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, I Made Suprateka, di Jakarta, Senin (1/4/2019).

 Baca Juga: Menteri Jonan Targetkan Rasio Elektrifikasi 2019 Capai 99,9%

Meski terkesan kecil, jelas Made, namun tantangan untuk melistriki sisa 1,7% desa yang belum dialiri listrik saat ini tak bisa dibilang mudah bagi PLN. Ditjen Ketenagalistrikan sendiri juga mengakui, dari sekitar 1,8 juta rumah tangga yang belum teraliri listrik saat ini. Kemungkinkan baru 1,62 juta rumah tangga yang akan dialiri listrik dari sistem pembangkit PLN.

"Untuk mencapai target elektifikasi tersebut, setidaknya PLN harus mampu menjawab dua tantangan besar yang menghadang. Pertama, masalah daya beli masyarakat, dan yang kedua persoalan infrastruktur," paparnya.

Apalagi, sejak 2016, program listrik pedesaan sudah sepenuhnya ditangani oleh PT PLN (Persero) hingga tidak lagi menggunakan APBN yang dikelola oleh Kementerian Energid an Sumber Daya Mineral (ESDM).

PLN, lanjut Made, sangat menyadari penuntasan masuknya listrik ke berbagai wilayah sangat krusial untuk mengangkat harkat penduduk daerah tersebut. Karena selain dapat mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat, juga sangat diperlukan untuk perkembangan berbagai usaha yang menopang kehidupan. Perkembangan kebudayaan penduduk desa juga diyakini akan meningkat lantaran berkat listrik banyak aktivitas yang bisa dilakukan dengan lebih lama bahkan hingga malam hari.

"Oleh karena itu, apapun kendalanya PLN terus berusaha menggenjot ketersediaan listrik hingga di pedesaan," katanya.

 Baca Juga: Kejar Rasio Elektrifikasi, Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya Ditingkatkan

Akses yang terbatas adalah kendala terbesar dalam upaya PLN untuk mengalirkan listrik ke desa-desa terpencil dan daerah yang kondisi geografisnya sulit dijangkau. Kendala biasanya muncul dalam proses pengiriman peralatan listrik karena banyak akses jalan yang tidak memadai untuk dilalui kendaraan pengangkut material.

Kendati program elektrifikasi yang dicanangkan pemerintah sudah mencapai angka 98,3%, namun dari data Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, masih ada 1,8 juta Rumah Tangga (RT) yang belum teraliri listrik di seluruh Indonesia.

Jumlah wilayah terbanyak yang belum mendapat aliran listrik justru ada di Provinsi Jawa Timur. Di kawasan ini ada 238.687 rumah tangga yang belum teraliri listrik. Angka itu jauh lebih banyak dibandingkan Papua (7.670 rumah tangga), dan Papua Barat (3.135 rumah tangga).

(dni)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini