Presiden menambahkan, selain Paselloreng, di Sulawesi Selatan kita sedang menyelesaikan pembangunan dua bendungan lain yakni Bendungan Karalloe di Kabupaten Gowa dan Pamukkulu di Kabupaten Takalar, masing-masing berkapasitas 40 juta dan 97,3 juta meter kubik.

Kapasitas tampung Bendungan Passeloreng mencapai 10 kali lebih besar dibandingkan Bendungan Raknamo yang diresmikan Presiden Jokowi awal 2018 lalu sebesar 13,5 juta m3 dan lima kali lebih besar dari Bendungan Kuningan Jawa Barat yang berkapasitas 25 juta m3.
Bendungan multifungsi ini juga dimanfaatkan sebagai sumber air baku untuk 4 kecamatan di Kabupaten Wajo sebesar 305 lt/detik, Konservasi Sumber Daya Air, pengendalian banjir Sungai Gilireng (1002 m3/detik), perikanan air tawar, pengembangan Pariwisata, dan potensi listrik 2,5 MW. Konstruksi Bendungan Paselloreng dikerjakan oleh PT. Wijaya Karya – PT. Bumi Karsa, KSO (Kerjasama Operasi) dengan biaya Rp793 miliar.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)