JAKARTA – Sepanjang tahun 2018, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) masih mencatatkan rugi bersih sebesar USD74,82 juta. Dimana rugi ini berhasil ditekan perseroan 8,48% dari sebelumnya kerugian mencapai USD81,74 juta. Sementara untuk pendapatan bersih yang dibukukan sebesar USD1,74 miliar atau naik 20,05% secara tahunan.
Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan, perseroan secara perlahan terus memperbaiki kinerja dari tahun ke tahun. Kenaikan pendapatan bersih sepanjang tahun lalu seiring dengan kenaikan volume penjualan. Adapun, volume penjualan meningkat 12,84%, dari 1,90 juta ton pada 2017 menjadi 2,14 juta ton pada 2018.
Baca Juga: Menteri Rini Tentukan Nasib Direktur Krakatau Steel yang Kena OTT KPK
Performa perusahaan asosiasi dan joint venture juga membaik, dari rugi USD41,24 juta pada 2017 menjadi USD5,31 juta pada 2018.“Sepanjang 2018, perseroan cukup merasakan kenaikan harga jual produk baja. Rata-rata harga jual produk HRC meningkat 10,03% menjadi USD657 per ton, CRC naik 6,72% menjadi USD717 per ton, Wire Rod meningkat 15,03% menjadi USD635 per ton. Ini salah satu ciri bahwa pasar baja domestik membaik," katanya.