nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tips Jadi Kaya Sebelum Hari Tua

Retno Tri Wardani, Jurnalis · Jum'at 05 April 2019 10:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 05 320 2039330 tips-jadi-kaya-sebelum-hari-tua-yDGihqctMf.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA – Kepala Makro Ekonomi dan Direktur Strategi Investasi Bahana TCW Investment Management Budi Hikmat, berbagi resep investasi agar bisa hidup tajir sebelum tua, dengan aset yang cukup menjelang pensiun nanti. Resepnya adalah “100 dikurang umur”.

Dia menjelaskan, resep “100 dikurang umur” sudah menjadi strategi umum para investor untuk mengukur besarnya alokasi aset yang harus ditempatkan di aset berkembang. Bahkan, bagi masyarakat global, mereka menggunakan angka “110 minus umur” karena di dunia internasional, obligasi negara dan pasar uang memberi imbal hasil yang sangat rendah. Sementara, di Indonesia, masyarakatnya berasal dari kelompok savers (penabung), bukan investors.

“Deposito masih menjadi pilihan mayoritas masyarakat Indonesia. Padahal, deposito kurang memberikan efek pertumbuhan (growth), bahkan tidak juga efek perlindungan (protection) terhadap inflasi. Maka itu, bagi masyarakat Indonesia yang ingin memiliki aset yang cukup saat masuk usia pensiun, harus melakukan aset alokasi lebih aktif pada growing asset, seperti reksa dana saham, properti, maupun pendidikan,” ungkap Budi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (5/4/2019).

Baca Juga: Pernah Ditolak Perusahaan Impian? Simak Tips Menyiapkan CV untuk Kesempatan Kedua

Sebagai contoh, Andi berumur 30 tahun dengan penghasilan per bulan Rp10 juta. Jika dia ingin hidup tenang dengan aset yang cukup di usia pensiun, maka total aset yang perlu dialokasikan Andi adalah 100 dikurang 30, yakni 70% dari total aset. Total aset ini dihitung dalam setahun, Rp10 juta x 12 bulan, yakni Rp 120 juta.

Untuk itu, sebelum memulai, Andi perlu menargetkan, dia perlu mengalokasikan uangnya sebesar 70% dalam setahun, atau Rp84 juta dalam setahun ke aset berkembang, seperti reksa dana saham dan properti.

Dia menambahkan, bagi yang ingin memiliki aset properti, namun belum cukup memiliki uang, Budi merekomendasikan agar bisa menggunakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Tentu saja, mereka perlu mengukur kemampuan daya beli dan juga besarnya bunga KPR yang harus dibayar. Misalnya, membayar KPR maksimal sebesar 30% dari total penghasilan per bulan.

Di samping itu, ada baiknya memiliki aset kekayaan yang lain seperti reksa dana saham yang bersifat likuid, sehingga jika sewaktu-waktu membutuhkan dana besar , aset tersebut bisa segera dicairkan. Selain itu, umumnya saham atau reksa dana saham bisa menghasilkan imbal hasil alias return yang lebih besar dari bunga KPR yang dibayar. Misalnya, berinvestasi pada saham yang bisa memberi imbal hasil 15-20% per tahun, lebih besar dari bunga KPR yang harus dibayar sekitar 8-9% per tahun.

Baca Juga: Trik Mencapai Karier Maksimal

Budi menganjurkan, agar anak muda lebih agresif dalam berinvestasi dan menahan diri untuk tidak boros.

“Saat muda, lakukannya pengendalian luar biasa. Jangan mengikuti peer pressure atau tekanan dari teman-teman sebaya untuk boros. Agar di saat pensiun, bisa hidup sejahtera”, saran Budi.

Adapun, bagi masyarakat yang segera memasuki masa pensiun (senior citizens), masih dapat menggunakan resep “100 dikurang umur” dan dianjurkan berinvestasi pada aset investasi yang memberikan dividen, misalnya dividen stocks (saham yang rajin memberi dividen, umumnya saham perusahaan BUMN), surat utang negara, atau reksa dana pendapatan tetap.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini