nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KRL Tetap Disubsidi meski Banyak Gangguan, Ini Alasannya

Jum'at 05 April 2019 18:39 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 05 320 2039622 krl-tetap-disubsidi-meski-banyak-gangguan-ini-alasannya-674eJvxePy.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

BOGOR - Pemerintah akan tetap memberikan subsidi pelayanan publik (PSO) kepada kereta perkotaan, termasuk kereta rel listrik (KRL), guna memindahkan masyarakat dari angkutan pribadi ke angkutan massal, meski saat ini moda andalan warga Jabodetabek itu banyak terjadi gangguan.

“Kalau angkutan kota lebih banyak kebijakan ekonomi mengatasi kemacetan, kalau kita lepaskan subsidi (kereta perkotaan) mungkin (masyarakat) akan kembali ke motor,” kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri seperti dikutip Antaranews, Jakarta, Jumat (5/4/2019).

Besaran subsidi yang digelontorkan kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk kereta perkotaan tahun 2019, yakni Rp2,3 triliun, sementara Rp1,6 triliun di antaranya untuk subsidi penumpang KRL.

 Baca Juga: Subsidi Kereta Commuter Diperkirakan Membengkak akibat Penumpang Membeludak

Zulfikri menilai besaran subsidi tersebut untuk menutupi kerugian yang dibebankan kepada masyarakat sebagai imbas dari kemacetan yang ditaksir sekitar Rp65 triliun.

“Kami berikan subsidi besar di sini, agar ada shifting (peralihan) ke angkutan publik yang lebih efisien, apa yang diperoleh pemerintah adalah nilai keekonomian,” katanya.

Hal ini dinilai berbeda dengan tarif kereta jarak jauh yang tidak mendapatkan subsidi karena sudah dikaji dengan kemampuan atau daya beli masyarakat.

“Coba kalau tarif KRL Rp10.000, orang balik lagi ke motor,” katanya.

Namun Zulfikri mengakui bahwa untuk menciptakan bisnis yang berkelanjutan, KCI mesti digenjot dari sisi komersial, karena itu ia tengah mencari cara untuk skema subsidi yang lebih tepat sasaran.

“Bagaimana metode-metode supaya subsidi tepat sasaran, seperti listrik per kwh-nya berbeda antara rumah sederhana dengan rumah-rumah yang bagus. Sekarang kami bereskan dulu time table perjalanan KRL karena masih ada antrean,” katanya.

 Baca Juga: Anggaran Subsidi Kereta Perintis Dijatah Rp183 Miliar

Terkait gangguan KRL, Zulfikri mengatakan saat ini memang perjalanan KRL sudah mencapai tingkat yang maksimal, yakni 938 perjalanan per hari.

Untuk itu, lanjut dia, diperlukan perawatan yang lebih baik untuk mengatasi permasalahan seperti rel, persinyalan, dan listrik aliran atas.

Selain itu juga prasarana KRL yang saat ini usianya sudah cukup tua dan perlu dilakukan peremajaan.

“Kami lihat mungkin karena tidak lakukan perawatan lebih baik,” ujarnya.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini