JAKARTA - Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange menetap lebih tinggi pada akhir perdagangan 5 April 2019, sebagian besar karena investor beralih ke pembelian teknis (technical buying) setelah logam mulia turun selama dua hari berturut-turut.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni naik USD1,3 atau 0,10%, menjadi ditutup di USD1.295,60 per ounce, dilansir dari Antaranews, Sabtu (6/4/2019). Namun, pasar emas membukukan kerugian mingguan, karena sebagian besar investor lebih menyukai aset-aset yang dianggap berisiko, seperti saham, daripada aset-aset safe haven.
Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Rp500 Jadi Rp660.500/Gram
Dalam beberapa hari sebelumnya, memang sebagian besar investor memilih beralih ke aset-aset berisiko, menyusul kemajuan dalam perundingan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China yang mendorong selera terhadap saham dan menjauh dari logam mulia.
Peningkatan emas berjangka sebagian diimbangi oleh dolar AS yang lebih kuat selama sesi ini. Indeks dolar AS, yang mengukur dolar As terhadap enam mata uang saingannya, naik 0,13% menjadi 97,43 pada pukul 17.30 GMT.