JAKARTA – GORO Super Grosir di bawah naungan PT Berkarya Makmur Sejahtera menargetkan ekspansi enam gerai pada tahun ini.
Hal itu dilakukan seiring pertumbuhan bisnis yang positif serta untuk menangkap peluang di masa mendatang. Hutomo Mandala Putra atau akrab disapa Tommy Soeharto, Komisaris Utama PT Berkarya Makmur Sejahtera, menjelaskan ke depannya GORO Super Grosir akan melebarkan sayapnya ke seluruh Indonesia.
“Hingga akhir tahun 2019 ini diperkirakan ada lebih dari enam stores dibuka dan warung GORO akan ada di setiap desa. Hal ini dilakukan demi menggiatkan kembali prinsip-prinsip ekonomi kerakyatan yang dapat menjangkau masyarakat hingga level bawah,” kata Hutomo, seusai grand opening GORO Super Grosir Cibubur.
Baca Juga: Penjualan Turun 7%, Victoria Secret Bakal Tutup 53 Tokonya
Dia mengatakan ke depan setiap satu provinsi akan memiliki satu toko GORO sendiri dan setiap kecamatan satu GORO Kemitraan serta sampai ke desa-desa GORO Chanelling. Hingga saat ini perkembangan GORO cukup fantastis, yakni selain di Cibubur, juga telah mencapai Bandung, Wonosobo, Surabaya, dan Papua.
Ditambah lagi dengan 69 gerai e-Warung GORO: Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. “Cukup mengejutkan dan telah melampaui ekspektasi awal kami di mana pemberdayaan ekonomi melalui GORO ekosistem ini terjadi dalam waktu singkat dan mendapatkan respons yang sangat baik dari berbagai daerah,” ungkap Tommy.
Untuk transaksi jual-beli di GORO Super Grosir, lanjut dia, ke depan akan bisa dilayani melalui pembelian secara daring (online). “Kami yakin inilah yang membuat GORO lebih baik, termasuk juga dalam memaksimalkan penggunaan teknologi sehingga nanti sifatnya cashless dan paperless (full system, full ERP ),” ungkap Tommy.

Direktur Utama PT Berkarya Makmur Sejahtera Milasari Kusumo Anggraini mengatakan acara grand opening GORO Super Grosir ini menandakan operasional secara resmi setelah sebelumnya soft opening pada 17 Oktober 2018 lalu.
GORO Super Grosir Cibubur terletak di Jalan Alternatif Cibubur KM 5, Nagrak, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat. Dia menjelaskan nama GORO merupakan singkatan dari (GOtong-ROyong) yang mengusung pemberdayaan tata ekonomi berlandaskan “Gotong - Royong” dan berkeadilan.
“Kami secara nyata berkontribusi dalam pengembangan usaha melalui ‘ekosistem GORO’ yang merupakan contoh dari pemberdayaan ekonomi UMKM yang dikerjakan secara gotong-royong. Bentuknya tanya berupa ritel bahan pokok atau gerai UMKM yang melibatkan pemasok seperti petani dan peternak dan pedagang kecil di level ekonomi mikro,” ujar Milasari.
Menurutnya, sampai saat ini GORO sudah hadir di lima lokasi, yakni Cibubur, Surabaya, Wonosobo, Bandung, dan Papua serta memiliki total 69 warung yang disebut e-warung GORO di daerah Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Karawang, serta menggandeng 8 mitra koperasi
“Lebih dari 50 komunitas dan lebih dari 100 UKM telah bergabung dengan kami,” paparnya. Dia mengatakan sejak soft opening sampai saat ini pertumbuhan bisnis GORO mencapai rata-rata positif (positive average) di Cibubur sebesar 23% dan 27% di total all stores.
“Bahkan, saat ini tercatat sudah ada delapan kemitraan bergabung dalam waktu lima bulan dan lebih dari 5.000 pelanggan terdaftar aktif di Cibubur. Mereka adalah para pemilik usaha warung, resto, katering, kafe, kantor, hingga rumah tangga,” tutur Mila.
Selain kemitraan yang erat secara gotong-royong yang berkembang bersama GORO, Milasari mengatakan, GORO adalah ritel pertama dan satu-satunya saat ini di sektor ritel ataupun grosir yang menjangkau para difabel.
“Diharapkan hal ini dapat membuka kesempatan yang equal untuk mereka dalam mendapatkan lapangan pekerjaan,” tuturnya. Dalam grand opening GORO Super Grosir Cibubur, juga diselenggarakan acara FestiVaganza dengan beragam program spesial dan acara menarik
(Sudarsono)
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.