nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Minyak Mentah Naik 1%

Rabu 17 April 2019 10:52 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 17 320 2044526 harga-minyak-mentah-naik-1-r8FjA6TIyF.jpg Kilang Minyak (Reuters)

JAKARTA - Harga minyak naik sekitar 1% pada penutupan perdagangan 16 April 2019, karena pertempuran di Libya serta jatuhnya ekspor Venezuela dan Iran meningkatkan kekhawatiran tentang pengetatan pasokan global, namun kenaikannya dibatasi oleh ketidakpastian seputar pemangkasan produksi yang dipimpin OPEC.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni naik USD0,54 atau 0,8%, menjadi ditutup pada USD71,72 per barel di London ICE Futures Exchange. Minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei naik USD0,65 atau 1%, menetap pada USD64,05 per barel di New York Mercantile Exchange, dilansir dari Antaranews, Rabu (17/4/2019).

Baca Juga: OPEC Naikkan Produksi, Harga Minyak Turun

Harga-harga minyak memperpanjang kenaikan dalam perdagangan pasca-penyelesaian (post-settlement) setelah data dari kelompok industri American Petroleum Institute (API) menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah AS turun secara tak terduga minggu lalu, jatuh 3,1 juta barel, dibandingkan ekspektasi analis atas kenaikan 1,7 juta barel.

Sementara itu, persediaan bensin turun 3,6 juta barel, kata API, lebih besar dari perkiraan untuk penurunan 2,1 juta barel. Data resmi pemerintah AS akan dirilis pada Rabu waktu setempat.

Di Libya, pertempuran antara Tentara Nasional Libya Khalifa Haftar dan pemerintah yang diakui secara internasional telah meningkatkan prospek pasokan yang lebih rendah dari anggota OPEC.

Sanksi-sanksi AS terhadap dua anggota lainnya, Iran dan Venezuela, sudah memangkas pengiriman. Ekspor minyak mentah Iran telah turun pada April ke level harian terendah tahun ini, data tanker dan sumber-sumber industri menunjukkan.

Kilang Minyak

"Pasokan global turun lebih cepat dari yang diperkirakan orang. Pasar tidak seimbang," kata Phil Flynn, seorang analis di Price Futures Group di Chicago. "Berlanjutnya penurunan minyak Venezuela akan mengambil korban. Pemotongan OPEC akan mengambil korban mereka. "

Menambah tekanan turun, bagaimanapun, adalah kekhawatiran tentang kesediaan Rusia untuk tetap dengan pengurangan pasokan yang dipimpin OPEC dan ekspektasi persediaan AS yang lebih tinggi.

Harga minyak telah naik lebih dari 30% tahun ini, dibantu oleh kesepakatan antara Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen lainnya termasuk Rusia. Kelompok ini telah memangkas produksi sejak 1 Januari dan akan memutuskan pada Juni apakah akan melanjutkan pengaturan tersebut.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini