Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Berebut Pasar Mobil Listrik di China

Koran SINDO , Jurnalis-Minggu, 21 April 2019 |14:39 WIB
   Berebut Pasar Mobil Listrik di China
Ilustrasi: Foto Koran Sindo
A
A
A

Pemerintah China mendukung mobil listrik selama 15 tahun demi membersihkan polusi. “Persaingan di China kian ketat,” ujar pemerhati industri automotif Paul Gong dari UBS seperti dikutip komonews.com.

Belakangan ini salah satu investasi yang didukung penuh Pemerintah China adalah mobil bertenaga listrik. Pajak kendaraan jenis ini turun menjadi 15% sejak Juli tahun lalu.

Kebijakan ini mendorong perusahaan automotif asing dan lokal untuk berlombalomba menciptakan, memperkenalkan, dan memasarkan mobil listrik. Selama auto-show di Shanghai akhir-akhir ini, perusahaan memajang puluhan mobil listrik.

Pada tahun lalu pembelian mobil sedan dan SUV, baik hibrida ataupun murni listrik, naik sebesar 60% atau menjadi 1,3 juta unit di China, separuh dari total penjualan global.

Tapi, secara keseluruhan, penjualan mobil menurun 4,1%. Besarnya pasar kendaraan listrik di China juga menggoda produsen mobil listrik asal AS, Tesla. Awal tahun ini, perusahaan yang didirikan oleh Elon Musk itu mulai mebangun pabrik di Shanghai, yang disebut-sebut sebagai pabrik Tesla terbesar di luar AS.

Produsen lainnya, Volkswagen (VW) juga tidak mau kehilangan momentum. Pabrikan asal Jerman itu akan membuka pabrik mobil listrik di Anting, pingiran kota Shanghai mulai tahun depan.

VW akan berkerja sama dengan perusahaan lokal yakni Fushan dan akan memproduksi 14 mobil listrik. Wakil Kepala Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional China Ning Jizhe mengatakan, pangsa pasar global automotif di China mencapai 30% dengan rata-rata penjualan tahunan nyaris 30 juta.

Pemerintah China, kata dia, akan terus menerapkan kebijakan baru guna merangsang produksi mobil dalam negeri yang mulai menggeliat. Sekretaris Jenderal Asosiasi Penumpang Kendaraan China Cui Dongshu menilai, turunnya pertumbuhan makroekonomi, pembatalan pajak pembelian preferensial, pertumbuhan penjualan yang cepat pada tahun lalu, dan pasar perumahan yang stabil akan memberikan tekanan dalam penjualan mobil pada tahun ini.

Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Automotif China Shi Jianhua mengatakan, penjualan automotif di China tetap berjalan stabil. Dia mengakui, pertumbuhan penjualan di wilayah perkotaan memang melambat, tetapi penjualan di daerah meningkat menyusul membaiknya sistem infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat.

“Pertumbuhannya mungkin tidak akan secepat tahun lalu, tapi semuanya berjalan sesuai harapan,” ujar Direktur Departemen Penelitian Ekonomi Industri Song Zifeng seperti dikutip people.cn.

Saat ini perusahaan produsen mobil asing, termasuk Amerika Serikat (AS), kehilangan momentum di China akibat kurangnya daya saing. Pangsa pasar merek AS jatuh dari 12,2% menjadi 10,7% selama delapan bulan pertama 2018.

Penurunan itu akibat kurangnya peremajaan dan inovasi produk, termasuk oleh Ford Motor Co. Namun Asisten Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Automotif China Xu Haidong membantah hal itu didalangi perang dagang.

“Di sini tidak ada sentimen anti- AS atau aksi pemboikotan brand AS oleh konsumen. Ekonomi yang melambat telah membebani permintaan dan mengancam pasar otomotif yang sedang meluas di China,” kata Xu seperti dilansir bloomberg.com.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement