Menteri Jonan: Lebih Susah Buat Aturan Mobil Listrik

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 22 April 2019 17:04 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 22 320 2046566 menteri-jonan-lebih-susah-buat-aturan-mobil-listrik-GyPO2oUuQv.jpg Blue Bird Luncurkan Taksi Listrik (Foto: Heru/Okezone)

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menghadiri peluncuran mobil tenaga listrik Blue Bird, hari ini. Armada terbaru yakni BYD e6 A/T dan Tesla Model X 75D A/T.

Dalam sambutannya, Jonan menyindir, soal belum rampungnya Peraturan Presiden mengenai mobil listrik. Menurutnya, pembuatan aturan sangat susah ketimbang membeli mobilnya.

"Karena adapun regulasi yang perlu diperhatikan agar peraturan mobil listrik ini bisa diterapkam dengan benar. Dan beli mobil lebih susah dibandingkan buat Perpres mobil listrik," ujarnya, Senin (22/4/2019).

Baca Juga: Penampakan 30 Taksi Blue Bird Bertenaga Listrik

Menurutnya, ide Blue Bird mengeluarkan mobil listrik sangat baik. Maka itu, pihaknya ingin mobil listrik yang dikeluarkan oleh Blue Bird harus memiliki kualitas A.

"Jadi, saya sarankan karena ini baru itu mobil pengadaan mobil listrik harus kelas satu kualitasnya karena kita mencoba sparepart harus bagus biar enggak ada gangguan," ungkap dia.

 

Investasi Taksi Listrik Rp40 Miliar

Direktur PT Blue Bird Tbk Adrianto Djokosoetono mengatakan investasi mobil tenaga listrik sebesar Rp40 miliar.

"Investasi 30 mobil tenaga listrik ini kurang dari Rp40 miliar. Di mana 30 unit mobil ini jadi katalis untuk perhitungan rinci operasional maintenance kapasitas ruang lingkup dan kapasitas baterai yang cocok digunakan pribadi atau umum," ujarnya.

Baca Juga: Pertama di RI, Taksi Blue Bird Pakai Mobil Listrik Tesla

Dia menuturkan, pihaknya mengunakan dana Research and Development (R&D) untuk 30 unit mobil tenaga listrik. Hal itu dilakukan supaya bisa kerjasama dengan manufactur buat spec feasible.

"Untuk bicara investasi yang akan digelontorkan untuk buat impact zero emisi," tutur dia.

Apakah investasi Rp40 miliar beli putus atau kerja sama pada mobil listrik? Menurutnya jumlahnnya belum ditetapkan sebelum ada produk akhir yang Blue Bird buat skalabilitas.

"Sekarang belum bisa. Mobil harga jauh lebih mahal dan maintenance dan operasional belum tau. dua brand diusung agar kualitas teruji. Ini terbukti diluar negeri sudah dipakai," ungkap dia.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini