”Jumlah itu naik dibandingkan periode sama tahun lalu dengan aktivitas delapan wilayah kerja eksplorasi dan 58 wilayah kerja eksploitasi,” kata dia.
Sementara itu, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral(ESDM) Arcandra Tahar mengatakan, realisasi investasi hulu migas harus tetap mengedepankan efisiensi. Pasalnya, masih ada sejumlah blok migas menggunakan skema cost recovery. Pihaknya mengatakan, investasi hulu migas akan tercermin positif apabila realisasi investasi tetap efisien namun mampu menjaga produksi migas lebih produktif.
“Paling penting itu ialah dengan biaya yang ada bisa meningkatkan produksi. Nah, ini yang penting produksi tidak boleh turun. Aktivitas blok juga harus lebih agresif,” ujarnya.
Untuk realisasi investasi hulu migas bagi wilayah kerja (WK) yang masih menggunakan skema cost recovery , akan lebih efisien apabila realisasi investasi lebih kecil dari perencanaan awal. Karena pemerintah akan lebih efisien mengembalikan biaya operasi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Realisasi investasi yang lebih kecil dari pe rencanaan awal, kata dia, pada dasarnya mengindikasikan investasi positif.
“Persoalan realisasi investasi itu tidak kemudian bahwa serapan tidak baik. Dalam pelaksanaannya memang pemerintah dan SKK selalu mengevaluasi. Apabila dalam perencanaan yang diajukan perusahaan masih bisa dilakukan penghematan, maka kami akan potong untuk menghemat beban negara,” kata dia.