nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Investor Cenderung Wait and See usai Pemilu 2019

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 24 April 2019 14:43 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 24 320 2047454 investor-cenderung-wait-and-see-usai-pemilu-2019-aXGtPDU1nG.jpg Investasi (Ilustrasi: Okezone)

JAKARTA - Meski pemilihan umum (pemilu) 3029 sudah berlangsung, namun investor dinilai masih memilih wait and see untuk memulai berinvestasi. Pasalnya, banyak investor yang menunggu hasil resmi penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei 2019.

"Pelaksanaan Pemilu sudah dilalui dengan kondisi yang aman dan damai, tapi mungkin reaksi pasar sehubungan dengan hasil quick count belum mencerminkan adanya exitment terhadap prospek pertumbuhan ekonomi," ujar Direktur Utama PT Danareksa Investment Management Marsangap P. Tamba dalam diskusi ekonomi di Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (24/4/2019).

Baca Juga: BKPM: Mood Investor Happy Setelah Pemilu 2019

Dia menilai, ke depan ekonomi Indonesia bisa tumbuh berkelanjutan jika pembangunan infrastruktur akan berlanjut, karena konektivitas bakal memastikan kelancaran mobilitas arus barang dan jasa juga mengembangkan sentra-sentra ekonomi baru.

Di sisi lain, Indonesia saat ini sudah menjadi bagian dari negara G20 juga salah satu penghasil startup terbanyak dunia. Bahkan sudah berhasil mencetak empat startup unicorn.

Oleh karenanya, pemerintahan berikutnya harus mendukung dengan kebijakan-kebijakan yang bisa meningkat kualitas sumber daya manusia. Mengingat pada 2030 nanti Indonesia akan memasuki masa bonus demografi.

pemilu

"Perkembangan ini harus dijaga dan didukung oleh stabilitas perekonomian dan situasi politik yang kondusif agar Indonesia bisa mencapai cita-citanya menjadi salah satu ekonomi terbesar di dunia," jelasnya.

Menurut dia, kualitas sumber daya manusia yang baik bisa menjadi bekal bagi Indonesia dalam menghadapi kondisi gejolak ekonomi global saat ini. Sebab, saat ini banyak negara-negara yang tahan terhadap perkembangan ekonomi dunia karena memiliki kualitas SDM yang baik.

"Karena ciri-ciri negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat adalah kompetensi sumber daya manusia yang tinggi, budaya berinovasi, dan sektor kewirausahaan yang berkembang," katanya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini