JAKARTA - PT Pertamina (Persero) saat ini tengah menjalankan megaproyek kilang ramah lingkungan. Megaproyek itu mencakup 6 kilang yang terdiri dari empat proyek perluasan kilang serta dua pembangunan kilang dan petrokimia.
Jika dilihat lebih dalam, keenam kilang yang dimaksud adalah empat proyek perluasan (Refinery Development Master Plan/RDMP) yakni RDMP Refinery Unit (RU) serta Dua proyek Pembangunan Kilang Minyak dan Petrokimia (Grass Root).
Empat proyek perluasan (Refinery Development Master Plan/RDMP) yakni RDMP Refinery Unit (RU) V Balikpapan, RDMP RU IV Cilacap, RDMP RU VI Balongan, dan RDMP RU II Dumai. Sementara dua proyek Pembangunan Kilang Minyak dan Petrokimia (Grass Root Refinery/GRR), adalah GRR Tuban dan GRR Bontang.
Baca Juga: Kejar Bahan Bakar Ramah Lingkungan, Seberapa 'Gereget' Kilang Pertamina?
Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia PT Pertamina (Persero) Ignatius Tallulembang menjelaskan, konsumsi bahan bakar saat ini tercatat 1,4 juta barel equivalen per hari. Suplai yang mampu dipenuhi hanya 680.000 sampai 700.000 ribu barel equivalen per hari.
"Kekurangan kebutuhan bahan bakar kita masih jauh caranya dengan membangun infrastruktur kilang. Membangun kilang juga akan menimbulkan multiplier effect bagi wilayah sekitarnya," kata Igantius, saat memberikan materi dalam Media Workshop Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina, di kantornya, Rabu (24/4/2019).
Berikut ini perkembangannya :

1. Megaproyek RDMP Balikpapan
Pencapaian strategis pada 2018, antara lain penandatanganan kontrak engineering, procurement, and construction (EPC) ISBL OSBL pada 10 Desember 2018, penyelesaian pekerjaan pendahuluan (early works) tahap I seperti apartemen, site development tahap I, dan jetty, persetujuan FID RDMP tahap I dan II, perolehan izin amdal, serta pelatihan 924 tenaga kerja lokal.
Sedangkan, langkah selanjutnya dari RDMP Balikpapan, antara lain pelaksanaan EPC ISBL OSBL, pendirian PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB), penyelesaian pekerjaan early works tahap II seperti site development tahap II dan Lawe-lawe, pengendali banjir kilang dan apartemen, serta modifikasi 34 unit tangka, dan penyelesaian bidding paket EPC Lawe-lawe.
2. Megaproyek RDMP Cilapap
Pencapaiannya antara lain perolehan sejumlah izin seperti penetapan lokasi, amdal, RTRW, dan relokasi fasilitas publik, pembebasan lahan KIC, studi BED, memperoleh konfirmasi pendahuluan tax holiday, dan perolehan izin prinsip spin off aset RU Cilacap dari Menteri BUMN.
Adapun target ke depan RDMP Cilacap antara lain penyelesaian kesepakatan JVDA dan valuasi aset dengan mitra Saudi Aramco, persetujuan pre investment decision, pelaksanaan early works seperti site development, rute ulang jalan, dan fasilitas umum, serta penyelesaian engineering proyek.
3. Megaproyek RDMP Balongan
Pada 2018 sudah dilakukan FWA proyek petrokimia dengan China Petroleum Company (CPC) Taiwan pada 11 Oktober 2018 dan penyelesaian tender konsultan untuk pre FEED survival phase, linier programming flexibility phase, dan FS proyek petrokimia.
Langkah berikutnya adalah penyelesaian FS pre FEED survival phase, linier programming FS flexibility phase, dan FS proyek petrokimia; pelaksanaan tender dan kontrak dua bid competition (DBC) bagi proyek survival phase; penyelesaian izin amdal untuk survival phase; dan penyelesaian pengadaan lahan untuk lokasi RDMP dan petrokimia termasuk opsi reklamasi.
Baca Juga: Intip Strategi Korea Tingkatkan Kedaulatan Energi
4. Megaproyek RU III Plaju
Akan dikembangkan mejadi pilot project pengembangan green refinery dimana saat ini telah berhasil dilakukan implementasi Co-Processing CPO (Crude Palm Oil) yang menghasilkan Green Gasoline dan Green LPG. Dalam jangka panjang, Pertamina telah melakukan kerjasama dengan ENI, perusahaan minyak asal Italia yang menjadi pelopor konversi kilang pertama di dunia.
Kerjasama ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam menyediakan bahan bakar ramah lingkungan sekaligus mengoptimalkan sumber daya alam dalam negeri untuk menciptakan ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan energi nasional.
5. Megaproyek Proyek GRR Tuban
Telah mencapai sejumlah target strategis antara lain penyelesaian bankable feasibility study (BFS), tender seleksi process licensor, general engineering design (BED) dan front end engineering design (FEED); serta izin penetapan lokasi lahan eks masyarakat seluas 493 ha dari Gubernur Jawa Timur.

Target selanjutnya adalah penandatangan kontrak process licensor, general engineering design consultant, dan PMC, pengoperasian perusahaan patungan secara penuh, pelaksanaan pembebasan lahan tahap II, dan pelatihan tenaga kerja lokal.
6. Megaproyek GRR Bontang
Pencapaian strategis pada 2018 adalah penandatanganan frame work agreement (FWA) dengan mitra Overseas Oil Group (OOG) Oman pada 10 Desember 2018.
Langkah berikutnya, antara lain penetapan lokasi kilang, akuisisi lahan, penyesuaian RTRW, penyelesaian BFS, serta memulai pekerjaan BED dan FEED.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.