nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PGN Catat Laba Bersih Rp920 Miliar pada Kuartal I-2019

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 30 April 2019 18:24 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 30 278 2049967 pgn-catat-laba-bersih-rp920-miliar-pada-kuartal-i-2019-bJetOXF5pI.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berhasil membukukan pendapatan sebesar USD860,5 juta pada kuartal I-2019.

Pendapatan emiten berkode PGAS ini, terutama diperoleh dari hasil penjualan gas sebesar USD661,5 juta dan penjualan minyak dan gas sebesar USD92,8 juta. Sedangkan laba operasi interim konsolidasian pada kuartal I-2019 sebesar USD162, 5 juta dan laba bersih sebesar USD65 juta atau setara Rp920,2 Miliar (dengan rata-rata kurs Rp 14.136 ) dengan EBITDA sebesar USD263 juta.

“Pencapaian ini diperoleh lantaran Perseroan melakukan berbagai upaya optimalisasi sehingga mampu mencetak laba di tengah kondisi perekonomian saat ini,” kata Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, dalam keterangannya, di Jakarta, Selasa (29/4/2019).

Baca Juga: Sudah Uji Tuntas, Pertamina-PGN Belum Deal soal Saka Energi

Selama periode Januari-Maret 2019, PGN menyalurkan gas bumi sebesar 2.904 BBTUD dengan rinciannya, sepanjang kuartal I-2019 volume gas niaga sebesar 919 BBTUD dan volume transportasi gas bumi sebesar 1.985 BBTUD.

PGN yang kini berstatus sebagai Sub Holding Gas dengan mengakuisisi PT Pertamina Gas (Pertagas) optimistis akan mampu menjaga kinerja positif pada masa mendatang. Menurut Rachmat, hal ini sejalan dengan upaya mendukung visi-misi pemerintah untuk meningkatkan perekonomian nasional, di mana PGN optimistis kinerja perusahaan akan semakin membaik dengan tetap mengembangkan infrastruktur gas bumi untuk memperluas pemanfaatan gas bumi bagi masyarakat.

Baca Juga: PGN Butuh Rp12 Triliun Bangun 1,2 Juta Jargas

Seperti diketahui, PGN mengakuisisi 51% kepemilikan saham pada Pertagas dari Pertamina tanggal 28 Desember 2018, transaksi akuisisi ini dibukukan dengan menggunakan metode penyatuan kepemilikan sesuai dengan PSAK 38 “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali” karena PGN dan Pertagas merupakan entitas sepengendali dibawah Pertamina.

“Dengan begitu, PGN sebagai Sub Holding Gas akan jauh lebih optimal serta terjadi penguatan pada rantai bisnis gas bumi,” ungkap Rachmat.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini