nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Adaro Bagikan Dividen USD200 Juta

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 01 Mei 2019 12:28 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 01 278 2050188 adaro-bagikan-dividen-usd200-juta-VgiUzcXg7u.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTAPT Adaro Energy Tbk (ADRO) membagikan dividen tunai sebesar USD200 juta untuk tahun buku 2018. Hal tersebut berdasarkan keputusan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada 30 April 2019.

Nilai dividen itu turun 20% dibandingkan dengan tahun buku 2017 yang sebesar USD250 juta. Hal ini seiring terjadinya penurunan laba bersih Adaro di tahun 2018. Tahun lalu ADRO membukukan penurunan laba bersih sebesar 13,7% menjadi USD417,72 juta dari tahun sebelumnya USD465,29 juta.

Baca Juga: Beban Menumpuk, Laba Adaro Energy Turun 13,7% pada 2018

“Tahun ini, kami memutuskan untuk membayar dividen sebesar USD200 juta, yang setara dengan rasio pembayaran 48%, karena kami menyeimbangkan kebutuhan untuk menginvestasikan kembali modal yang ada demi mengejar peluang pertumbuhan dan pengembalian yang dibagikan kepada para pemegang saham,” ujar Direktur Utama Adaro Garibaldi Thohir dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (1/5/2019).

Adapun jumlah dividen yang dibagikan sebesar USD200 juta tersebut sudah termasuk dividen tunai interim sebesar USD75 juta yang telah dibayarkan pada 15 Januari 2019. Sedangkan dividen tunai final sebesar USD125 juta akan dibayarkan pada bulan Mei 2019.

grafik

Sekedar diketahui, pada tahun 2018 penjualan dan pendapatan usaha perusahaan milik Pria yang akrab disapa Boy Tohir itu, tercatat USD3,6 miliar atau naik 11% dibandingkan periode 2017 yang sebesar USD3,26 miliar. Laba brutonya pun naik menjadi USD1,21 miliar dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar USD1,14 miliar.

Walau begitu, ada beberapa pos yang menekan keuangan perseroan. Antara lain beban penjualan yang naik menjadi USD45,6 juta dari sebelumnya USD37,5 juta. Beban keuangan juga naik menjadi USD65 juta dari sebelumnya sebesar USD52,99 juta. Rugi kurs yang dicatatkan perseroan juga naik menjadi USD6,6 juta dari sebelumnya hanya USD1,38 juta.

Pada 2018, perseroan juga mencatatkan rugi atas entitas ventura bersama yang dicatat menggunakan metode ekuitas sebesar USD29,4 juta. Padahal, pada periode sebelumnya tercatat laba dari pos tersebut sebesar USD11,97 juta. Beban lainnya yang harus ditanggung perseroan juga membengkak menjadi USD117,66 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD4,64 juta.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini