nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jejak Nabi Muhammad SAW dari Kecil hingga Sukses Berbisnis

Rani Hardjanti, Jurnalis · Senin 06 Mei 2019 06:29 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 03 320 2051281 jejak-nabi-muhammad-saw-dari-kecil-hingga-sukses-berbisnis-2XLy8t54XF.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Nabi Muhammad SAW sewaktu kecil adalah seorang yatim. Ayahnya Abdullah, meninggal dunia ketika Beliau lahir. Rasulullah hanya bisa menikmati kasih sayang seorang Ibu tak seberapa lama. Sebab, Aminah sang Ibu juga meninggal ketika Nabi berusia 6 tahun.

Ketiadaan orangtua dalam kehidupan beliau membuat Nabi Muhammad kecil mau tak mau menjadi orang yang mandiri. Inilah cara Allah SWT untuk mendidik Nabi menjadi pribadi yang tidak suka bergantung pada kemurahan hati orang lain.

Maka, meski tak mendapatkan kasih sayang laiknya anak-anak lain, Nabi Muhammad tetap tegar dan menjalani hidup dengan baik. Sebab, cinta Allah SWT adalah yang paling agung di antara cintah makhluk manapun di dunia ini.

 Baca Juga: Lebih Dekat dengan Sosok Aminah, Janda Hebat yang Melahirkan Nabi Muhammad SAW

Berikut ini jejak Bisnis Nabi Muhammad SAW, seperti dikutip Okezone dari Buku Bisnis Rasulullah, Malahayati S Psi, Great Publisher, Jakarta, Senin (6/5/2019).

 

8 Tahun

Perkenalan Nabi Muhammad SAW (sebagai anak yatim dan piatu) pada dunia bisnis pertama kalinya saat dia mengembala kambing. Baginda Rasul mendapat upah beberapa qiraat dari penduduk Makkah.

12 Tahun

Nabi mulai belajar berdagang bersama pamannya Abu Thalib ke Negeri Syiam untuk berdagang. Perjalan bisnis pertama : Syiria, Jordan dan Lebanon.

nabi muhammad

17-20 Tahun

Nabi Muhammad bersaing dengan pemain bisnis senior tingkat regional. Mitra-mitra kerja Nabi mengaku Beliau matang dalam perhitungan, jujur dan profesional.

Nabi Muhammad medapat kepercayaan konglomerat Makkah, Khadijah, untuk menjalin kerja sama bisnis sebagai manajer bisnis. Gaji yang diterima Nabi Muhammad kala itu 4 ekor unta setiap bulan.

 Baca Juga: Ini yang Dilakukan Nabi SAW saat Berada dalam Kakbah

Misi dagang Nabi Muhammad menyusuri jalur dagang utama, antara lain Yaman, Syam melalui Madyan, Wadil Qura. Keuntungan yang didapat lebih besar dari kelompok dagang lain.

Perjalanan waktu menunjukkan, Nabi menjalankan kontrak syirkah (kerja sama) dengan sistem upah maupun bagi hasil (mudharabah) dengan Khadijah.

Nilai - Nilai Bisnis Nabi Muhammad SAW

1. Shiddiq : Benar. Tak pernah menyembunyikan barang dagangan yang cacat.

2. Amanah : Terpercaya baik dari pemilik barang maupun pelanggan.

3. Fathanah : Cerdas. Pandai menghasilkan dan melihat peluang keuntungan tanpa menipu

4. Tabligh : Menyampaikan. Memiliki kemampuan negosiasi, membangun komunikasi dan reputasi yang baik.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini