Pada 1980, perusahaan itu melakukan perluasan bisnis benang poliester dengan membangun Polyester Filament Yarn Plant di Patalganga, Raigad, Maharashtra dengan kolaborasi keuangan dan teknis bersama E I du Pont de Nemours & Co. Pada 1985, nama perusahaan diganti dari Reliance Textiles Industries Ltd menjadi Reliance Industries Ltd. Selama 1985 sampai 1992, perusahaan itu melakukan ekspansi kapasitas produksi benang poliester menjadi 145.000 ton per tahun. Hazira Petrochemical Plant juga mulai dibangun kembali pada 1991-1992. Pada 1993, Reliance Textiles Industries mulai mencari suntikan dana di pasar permodalan internasional melalui global depositary Reliance Petroleum.
Pada 1996, perusahaan itu menjadi perusahaan swasta pertama India yang mendapatkan rating dari Credit Rating Agencies, seperti S&P dengan nilai BB+, stabil, dan sangat kuat. Moody juga memberikan rating positif terhadap Reliance Textiles Industries dengan nilai bagus. Pada 1995/1996, perusahaan itu memasuki industri telekomunikasi melalui joint venture dengan NYNEX asal Amerika Serikat (AS). Saat itu pula mereka mulai gencar mempromosi kan Reliance Telecom Private Limited di India. Pada 1998/1999, RIL memperkenalkan paket LPG dengan silinder 15 kilogram di bawah brand Reliance Gas.
Baca Juga: Daftar 10 Perusahaan Pengendali Jaringan Restoran Terbesar di Dunia
Pada saat bersamaan, kompleks petrokimia terintegrasi yang menjadi kilang terbesar di dunia juga mulai dibangun di Gujarat. Pada 2001, Reliance Industries Ltd dan Reliance Petroleum Ltd menjadi dua perusahaan besar. Setahun kemudian, Reliance mengumumkan penemuan sumber gas melimpah di Krishna Godavari setelah melakukan pencarian selama hampir tiga dekade. Situs itu menjadi salah satu situs terbesar di dunia. Volume gas alam di dalamnya diperkirakan mencapai 7 triliun kaki kubik, setara dengan 1,2 miliar barel minyak mentah. RIL lalu membeli saham Indian Petrochemicals Corporation Ltd (IPCL), perusahaan petrokimia terbesar kedua di India, dari pemerintah India. IPCL kemudian merger dengan RIL pada 2008.
Sebelumnya, RIL telah melakukan organisasi ulang investasinya di bidang layanan distribusi daya, keuangan, dan telekomunikasi. Pada 2006, RIL memasuki pasar ritel India dengan meluncurkan toko Reliance Fresh. Pada akhir 2008, 600 toko Reliance Fresh di 57 kota ditutup. PadaNovember2009, RelianceIndustries mengungkapkan pembagian bonus 1:1 kepada pemegang saham. Pada 2010, mereka mengakuisisi Infotel Broadband Services Limited. Pada tahun yang sama, Reliance dan BP menekan kemitraan dalam bisnis minyak dan gas.
Sesuai kontrak, BP memperoleh saham 30% dalam 23 produksi minyak dan gas yang dibuka Reliance di India, termasuk blok KGD6. Reliance juga membentuk usaha patungan 50:50 dengan BP untuk sourcing dan marketing gas.
(Muh Shamil)
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.