Pemerintah Waspadai Peristiwa Brexit saat Mudik Lebaran Tahun Ini

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 07 Mei 2019 19:04 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 07 320 2052707 pemerintah-waspadai-peristiwa-brexit-saat-mudik-lebaran-tahun-ini-eQHAtx04WZ.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah mewaspdai kejadian macet panjang pada keluar Brebes alias Brexit, saat musim mudik Lebaran tahun ini. Pasalnya jika terjadi kembali, ini akan meninggalkan kisah kelam yang kedua kalinya.

Pada musim mudik Lebaran tahun 2016, pemerintah mengalami kebobolan karena GT Brexit mengalami kemacetan parah. Bahkan kemacetan parah ini terjadi hingga berhari-hari lamanya.

Kepala Sub Bidang Operasional dan Pemeliharaan II Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Joko Santoso mengatakan, peristiwa Brexit memang menjadi peristiwa yang tidak menyenangkan dan masih membekas sampai sekarang. Tidak hanya bagi masyarakat, bagi pemerintah juga peristiwa tersebut meninggalkan kisah pahit mudik Lebaran.

“Brexit 2016 mudik dirasa yang paling tidak menyenangkan,” ujarnya dalam sebuah diskusi di Hote Ibis Cawang,Jakarta, Selasa (7/5/2019).

Baca Juga: Tol Trans Jawa Satu Arah hingga Brebes saat Mudik Lebaran

Joko menambahkan, pada 2016 memang terjadi euforia karena saat itu Jakarta hingga Brebes sudah bisa tersambung. Sehingga banyak pemudik yang penasaran untuk mencoba jalan tol baru sehingga kendaraan terjadi penumpukan.

Ditambah lagi lanjut Joko, jalan arteri yang ada di pantura kurang baik. Sehingga banyak kendaraan yang memilih lewat jalan tol.

Hal sama juga terjadi pada tahun ini. Di mana saat ini sendiri jalan Tol Trans Jawa sudah terhubung dari mulai pelabuhan Merak hingga ke Surabaya.

“Karena kejadian Brexit kapastias jalan tolnya tidak bisa menampung pengguna. Itu disebabkan pengguna berpindah ke jalan tol brexit karena diinfokan jalan tol tersambung dan pihak petugas belum siap antisipasi lonjakan itu,” jelasnya.

Baca Juga: Mudik Lebaran, Sistem Satu Arah di Tol Direncanakan 3 Hari

Namun pada tahun ini diyakininya tidak akan terjadi kejadian seperti Brexit 2016 lalu. Sebab baik jalan tol maupun arteri sudah disiapkan secara maksimal.

Selain itu sinergitas pemerintah dalam mesukseskan mudik ini sendiri terus diperkuat. Seperti misalnya dengan pihak kepolisian kementerian perhubungan san juga Kementerian PUPR.

“Sampai 2019 capaian Kementerian PUPR sudah operasi 1744 km dengan kerja sama 32 badan usaha jalan tol serta jalan tol yang dioperasikan 49 ruas,” kata Joko.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini