nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jurus Jokowi Jadikan Ekonomi RI Terkuat Keempat di Dunia pada 2045

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 09 Mei 2019 11:21 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 09 20 2053430 jurus-jokowi-jadikan-ekonomi-ri-terkuat-keempat-di-dunia-pada-2045-JjL84RXD4K.jpg Foto: Yohana Okezone

JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengingkan agar Indonesia bisa menjadi negara nomor empat ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2045. Untuk merealisasikan hal tersebut ada sejumlah tantangan yang menghadang.

Sebab menurut Jokowi, untuk menjadi negara dengan ekonomi terkuat di dunia diperlukan usaha yang keras. Tidak bisa dilakukan dengan cara yang biasa-biasa saja.

"Jangan dipikir kita biasa-biasa saja tahu-tahu masuk empat besar ekonomi terkuat di dunia enggak ada rumus seperti itu," ujarnya dalam acara Murambengnas di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (9/5/2019).

 Baca Juga: Buka Musrenbangnas, Presiden: RI Punya Peluang Jadi Negara Ekonomi Terkuat Nomor 5

Tantangan yang pertama adalah infrastruktur. Menurut Jokowi, pembangunan infrastrutkur harus tetap dilakukan dengan masif karena jika dibandingkan dengan negara lain, infrastruktur di Indonesia masih sangat tertinggal.

Pembangunan infrastruktur juga bertujuan untuk membangun aksesbilitas ke pusat-pusat ekonomi di daerah. Karena masih ada beberapa daerah di pelosok Indonesia yang masih belum terjamah oleh infrastruktur.

"Apa itu yang pertama infrastruktur. Pemerataan infrastruktur harus bisa kita selesai. Tanpa ini jangan berfikir kita bisa masuk kelima atau empat ekonomi terbesar di dunia," ucapnya.

Lalu tantangan kedua adalah reformasi birokrasi dan struktural. Menurut Jokowi, kelembagaan harus disederhanakan, perizinan juga harus sesederhana mungkin.

 Baca Juga: Buka Musrenbang, Jokowi: Indonesia Berpeluang Jadi Negara Ekonomi Terkuat Keempat di Dunia

Menurutnya, saat ini proses perizinan masih sangat berbelit sekali. Padahal dirinya selalu mengimbau kepada pemerintah pusat maupun daerah untuk menyederhanakan perizinan.

"Kedua reformasi struktural birokrasi harus betul-betul kita jalankan. Kelembagaan harus disederhanakan, perizinan harus kita potong," katanya.

Lalu tantangan ketiga yang harus dihadapi adalah masalah Sumber Daya Manusia (SDM). Menurut Jokowi, pemerintah akan mendorong peningkatan skill SDM, sebab selama ini tingkat pendidikan dari tenaga kerja Indonesia masih sangat rendah sekali.

"Yang ketiga pembangunan SDM harus bisa kita selesaikan. Data terakhir kemarin tenaga kerja kita 51% lulusan SD. persoalan harus kita selesaikan," ucapnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini