nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Di Depan Petinggi KPK, Menteri Rini Pamer Aset BUMN Rp8.092 Triliun

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 09 Mei 2019 11:27 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 09 320 2053435 di-depan-petinggi-kpk-menteri-rini-pamer-aset-bumn-rp8-092-triliun-6qWvpYK3iB.jpg Foto: Taufik Okezone

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan bahwa secara statistik kinerja BUMN dalam 4 tahun terakhir menurutnya sangat membanggakan. Hal itu terlihat dari beberapa indikator.

"Seperti total aset BUMN tumbuh 177% dari Rp4.577 triliun tahun 2014 menjadi Rp8.092 triliun pada akhir tahun 2018," ujarnya di acara Auditor's Talk yang bertemakan 'Bersama Menciptakan BUMN bersih melalui SPI yang tangguh dan terpercaya' di Gedung Merah Putih KPK Jakarta, Kamis (9/5/2019).

 Baca Juga: Menteri Rini Prihatin dan Sedih Anak Buahnya Tersangkut Korupsi

Dia menuturkan, total ekuitas juga meningkat 227% dari Rp1.089 triliun pada akhir tahun 2014 menjadi Rp2.478 triliun pada akhir tahun 2018. "Profitability yang dicapai tumbuh 135% dari Rp148 triliun pada tahun 2014 menjadi Rp200 triliun pada tahun 2018," jelas dia.

Dia menjelaskan, capital expenditure (belanja modal) pada tahun 2018 mencapai Rp487 triliun yang dimaksudkan untuk menjaga sustainabilitas perusahaan kedepannya. Apabila diakumulasikan selama 4 tahun terakhir, investasi BUMN mencapai Rp1.321 triliun.

"Efek dari pertumbuhan BUMN sebagai agen pencipta nilai tercermin pada kontribusi langsung yang diberikan kepada APBN berupa pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan dividen terus meningkat, dimana pada tahun 2014 sumbangannya mencapai Rp407 triliun dan pada tahun 2018 mencapai Rp422 triliun," ungkap dia.

 Baca Juga: Ke KPK, Menteri Rini: Kita Cegah Korupsi di BUMN

Dia menambahkan bahwa dengan amanat Kementerian BUMN sebagai pembina dan pengelola BUMN yang jumlahnya mencapai 143 perusahaan dan terus mengalami pertumbuhan yang cukup membanggakan, Kementerian BUMN sangat konsen terhadap keberlanjutan BUMN untuk bisa berusaha 100, 200 atau 300 tahun ke depan.

"Kita harus meninggalkan BUMN dalam kondisi yang sangat baik dan sangat sehat bagi generasi mendatang. Untuk itu, kita perlu menjaga dan memastikan berjalannya BUMN sesuai dengan tujuan pendiriannya sehingga memerlukan pengawasan dari para stakeholders khususnya pengawasan dari Satuan Pengawas Intern (SPI)," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini