nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wall Street Jatuh Tertekan Perang Dagang Amerika-China

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 10 Mei 2019 21:40 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 10 278 2054238 wall-street-jatuh-tertekan-perang-dagang-amerika-china-JtDv1K06Fk.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street jatuh pada pembukaan perdagangan Jumat, karena investor resah atas perselisihan perdagangan antara AS dan China. Bahkan ketika kedua belah pihak mengadakan pembicaraan di menit terakhir untuk menuntaskan kesepakatan.

Dow Jones Industrial Average turun 64,64 poin atau 0,25% pada pembukaan menjadi 25.763,72. S&P 500 dibuka lebih rendah sebesar 7,62 poin, atau 0,27%, pada 2.863,10. Nasdaq Composite turun 29,27 poin atau 0,37% menjadi 7.881,31 pada bel pembukaan.

Melansir Reuters, Jumat (10/5/2019), investor cemas dengan kemungkinan bahwa sengketa perdagangan antara Amerika Serikat dan China mungkin tidak akan selesai. Apalagi, beberapa waktu lalu Presiden Donald Trump mengatakan untuk tidak terburu-buru menyelesaikan perjanjian perdagangan dengan China. Dia pun menaikan bea masuk pada barang China menjadi 25% dengan nilai USD200 miliar.

Baca Juga: Wall Street Lesu Imbas Tingginya Perseteruan AS-China

“Semua orang tahu bahwa Amerika Serikat dan China berbicara, dan melihat tarif sebagai chip tawar-menawar. Ini semua tentang pengaruh dan siapa yang mengalahkan siapa,” kata Direktur Pelaksana New Vines Capital LLC Andre Bakhos.

Adapun pergerakan saham yang terpengaruh pada pembicaraan tersebut, Boeing Co eksportir tunggal AS terbesar ke China, sahamnya turun 0,7% dalam perdagangan. Sementara Caterpillar Inc turun 1,3%.

Pembuat chip, yang mendapatkan pemasukan besar dari China, juga tergelincir, dengan Nvidia Corp, Micron Technology Inc dan Intel Corp diperdagangkan antara 0,5% dan 1,5%.

Baca Juga: Cemas dengan Hasil Pertemuan AS-China, Wall Street Dibuka Turun

Di tengah ketidakpastian pasar, perusahaan perjalanan Uber Technologies Inc diatur untuk melakukan debut pasar setelah mengumpulkan USD8,1 miliar di IPO terbesar AS sejak 2014.

Symantec Corp anjlok 15,8% setelah pembuat perangkat lunak antivirus mengeluarkan peringatan keuntungan dan secara tak terduga mengumumkan bahwa chief executive officer akan mengundurkan diri.

Saham Ford Motor Corp naik 1,4% setelah melaporkan bahwa Bank of America Merrill meningkatkan stok produsen mobil untuk "membeli" dari "netral".

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini