nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waktu Tempuh Dipercepat, Penumpang LRT Palembang Diprediksi Naik Jadi 60%

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 10 Mei 2019 21:35 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 10 320 2054236 waktu-tempuh-dipercepat-penumpang-lrt-palembang-diprediksi-naik-jadi-60-ka5OzxmaBY.jpg Foto: LRT Palembang

PALEMBANG - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan percepatan waktu tempuh dan waktu tunggu kedatangan (headway) antar rangkaian kereta (trainset) LRT Palembang bakal mendorong tingkat keterisian (okupansi). Dia memperkirakan okupansi akan meningkat jadi 60% pada tahun ini.

Hingga April 2019, jumlah pengguna LRT Palembang tertinggi mencapai 5.000 penumpang per hari, sedangkan paling sedikit 3.000 penumpang per hari. Jumlah ini setara 20% dari tingkat okupansi yang harusnya 22.568 penumpang per hari.

"Kira-kira selama enam bulan kemudian okupansi bisa mencapai 60%," katanya di Stasiun LRT Jembatan Ampera, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (10/5/2019).

Baca Juga: Selama Lebaran Waktu Tempuh LRT Palembang Jadi 42 Menit

Budi Karya menyatakan, mulai awal Juni 2019 waktu tempuh LRT Palembang sepanjang stasiun Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II hingga Stasiun DJKA dipersingkat menjadi 42 menit dari 62 menit. Selain itu, waktu tunggu juga dipersingkat jadi 15 menit dari saat ini 30 menit.

Percepatan itu diberlakukan sekaligus untuk kenyamanan saat arus mudik Lebaran yang jatuh di Juni 2019. "Jadi direncanakan itu mulai berlaku di tanggal 1 Juni, tapi mungkin bisa bergeser ke 7 atau 8 Juni mulai berlakunya," katanya.

Menurutnya, saat jam sibuk (rush hour) frekuensi perjalanan kereta akan ditingkatkan, sebaliknya melewati jam sibuk maka waktu tunggu bisa menjadi lebih panjang.

"Sehingga kebutuhan masyarakat di waktu-waktu puncak sibuk bisa ditekan dengan headway lebih pendek dan waktu tempuh yang tinggi. Sementara di jam-jam kosong, headway bisa longgar, misalnya menjadi setengah jam," jelas dia.

Baca Juga: LRT Velodrom-Kelapa Gading Beroperasi Setelah Lebaran

Upaya mempersingkat waktu itu dilakukan dengan menambah operasional menjadi 8 trainset dari yang saat ini 6 trainset. Disisi lain, integrasi dengan moda transportasi lainnya juga akan terus didorong, seperti ketersediaan bus Damri dan Bus Rapit Transit (BRT) Trans Musi.

Dengan perbaikan layanan ini, menurut Budi Karya akan semakin menarik minat masyarakat di Kota Palembang untuk menggunakan LRT.

"Karena ini kan semakin padu, maka semakin banyak orang yang membutuhkan," kata dia.

Ke depan pihaknya akan terus melakukan evaluasi bersama pemerintah kota Palembang terkait operasional LRT yang memiliki panjang lintasan 23,4 kilometer itu. Evaluasi ini sebagai upaya memperbaiki layanan untuk tingkatkan okupansi.

"Setelah percepatan diberlakukan kita akan evaluasi 2 minggu atau 1 bulan kedepannya, untuk bisa menjadi lebih bagus," tutup dia.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini