nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Turun 0,21%, Kini Pengangguran di Jakarta 279.590 Orang

Koran SINDO, Jurnalis · Sabtu 11 Mei 2019 17:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 11 320 2054373 turun-0-21-kini-pengangguran-di-jakarta-279-590-orang-EjJg6qHc78.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA – Tingkat pengangguran terbuka (TPT) Provinsi DKI Jakarta mengalami penurunan sebesar 0,21% year on year (YoY).

Angka tersebut dinilai sebagai angka terbaik selama sepuluh tahun belakangan ini. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta, pada Februari 2019 TPT Provinsi DKI Jakarta sebesar 5,13%, turun jika dibandingkan pada Februari 2018 yaitu sebesar 5,34%.

Jumlah pengangguran berkurang sebanyak 10.530 orang, dari semula 290.130 orang pada Februari 2018, berkurang menjadi 279.590 orang pada Februari 2019.

 Baca Juga: Pengangguran Terbanyak di Jawa Barat, Terendah Bali

Asisten Perekonomian dan Keuangan Setda Provinsi DKI Jakarta Sri Haryati mengatakan, angka ini menunjukkan tren pencapaian TPT terbaik selama sepuluh tahun terakhir. Hal ini disebabkan kinerja di sektor-sektor perekonomian meningkat.

”Kami bisa menurunkan angka pengangguran hingga 10.530 orang. Ada target lima tahunan, tapi tidak langsung ke tingkat pengangguran, tetapi ke pencapaian penyaluran tenaga kerjanya dengan target pencapaian tahun ini 21.000 orang,” kata Sri kemarin.

Masih berdasarkan data BPS, jumlah penduduk yang bekerja pada Februari 2019 sebesar 5.167.920 orang atau mengalami peningkatan sebesar 28.850 orang dari Februari 2018 yang hanya 5.139.080 orang.

Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi DKI Jakarta berupaya menyelesaikan permasalahan pengangguran dengan cara memfasilitasi perluasan kerja dan kesempatan kerja.

 Baca Juga: Pengangguran di Indonesia Paling Banyak Lulusan SMK

Pada 2018 Disnakertrans DKI Jakarta telah melakukan berbagai kegiatan sebagai upaya mengurangi jumlah pengangguran di Provinsi DKI Jakarta.

Di antaranya melaksanakan pelatihan para pencari kerja di tujuh Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) dengan jumlah peserta pelatihan 12.702 orang dari 23 kejuruan; mengoptimalkan peran serta bursa kerja khusus di tingkat sekolah menengah kejuruan (SMK) dan universitas dalam rangka mendorong penempatan calon tenaga kerja yang baru lulus sehingga dapat menyelesaikan permasalahan pengangguran friksional (pengangguran yang sifatnya sementara, terjadi karena ada lulusan baru, dipecat, atau orang yang berganti pekerjaan).

Mendorong peran serta Lembaga Penempatan Tenaga Kerja Swasta (LPTKS), Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS), dan Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Cacat dalam memfasilitasi penyediaan tenaga kerja dan penyaluran tenaga kerja untuk dapat menyelesaikan permasalahan pengangguran friksional dan pengangguran struktural.

”Pada 2018 Disnakertrans DKI Jakarta yang awalnya menargetkan penempatan tenaga kerja sebanyak 21.000 orang yang terdiri dari pencari kerja baru dan pencari kerja yang sudah pernah bekerja berhasil menempatkan sebanyak 24.042 orang untuk bekerja,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Sri, Disnakertrans juga menyelenggarakan Job Fair di lima wilayah kota administrasi sebanyak 15 kali untuk dapat mengentaskan pengangguran friksional dan pengangguran musiman.

Kemudian, membina dan melatih para pencari kerja untuk membangun wirausaha baru yang dilakukan oleh Disnakertrans di lima wilayah kota. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Disnakertrans sudah melatih sebanyak 1.037 wirausaha baru.

”Melakukan pembinaan dan evaluasi penyelenggaraan antarkerja lokal, antarkerja daerah, dan antarkerja antarnegara,” ungkapnya. Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike mengapresiasi penurunan angka pengangguran di Jakarta.

Namun, dia meminta agar penurunan angka tersebut dibarengi dengan peningkatan kualitas pendidikan sehingga masyarakat Jakarta memiliki daya saing yang tinggi dan akhirnya mampu atasi kemiskinan.

”Kurangi pengangguran dengan penciptaan lapangan kerja harus dibarengi dengan kualitas pendidikan,” ucapnya. Psikolog Universitas Pancasila (UP) Maharani Ardhi Putri menuturkan menurunnya angka pengangguran di Jakarta sebagai prestasi baik pemerintah.

Menggeliat roda ekonomi di Jakarta berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan berkurangnya angka pengangguran. Dengan demikian tingkat kesejahteraan pun meningkat.

”Yang utama adalah tingkat kriminalitas diharap kan pun berkurang dengan tu runnya angka pengangguran karena mereka tentu sudah menghasilkan uang secara rutin,” katanya.

Jika dilihat dari sisi pelaku UMKM yang menyerap banyak tenaga kerja maka hal ini pun patut diapresiasi oleh Pemprov DKI. Artinya dengan banyaknya UMKM yang ada saat ini efektif menekan angka pengangguran.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini