nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bandara Purbalingga Beroperasi 2020

Koran SINDO, Jurnalis · Minggu 12 Mei 2019 11:28 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 12 320 2054646 bandara-purbalingga-beroperasi-2020-VXj2NBgpr9.jpg

PURBALINGGA - Bandara Jenderal Besar Soedirman di Purblingnga dipastikan akan beroperasi pada 2020 mendatang. Saat ini sejumlah persiapan pembangunan Bandara Jenderal Soedirman tengah di lakukan.

Pekerjaan-pekerjaan awal pembangunan bahkan sudah dilakukan. Pemerintah pun telah menunjuk PT Angkasa Pura II (Persero) untuk meng operasikan dan mengelola bandara.

Pada tahap pertama ban da ra direncanakan akan melayani penerbangan dengan pesawat ATR 72-600 dan sejenis. Ke mu dian se telah dilakukan pengembangan tahap ketiga ban dara ini bisa melayani take offdan landingdari pesawat se ke las Boeing 737 dan Airbus A320.

Pergerakan pesawat di perkirakan bisa mencapai se ki tar 7.500 per tahun. Keberadaan Bandara Jenderal Besar Soedir man sangat strategis untuk mendukung pertumbuhan perekonomian di Jawa Tengah, khu susnya Pur ba lingga, Banyumas, Kebumen, Ban jarnegara, dan Wonosobo.

Kepastian operasi Bandara Jenderal Besar Soedirman Purbalingga ini disampaikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno saat meninjau langsung lokasi proyek pembangunan bandara tersebut kemarin.

Dalam kunjungan tersebut, dia didam pingi Direktur Utama PT Ang kasa Pura II (Persero) Mu ham mad Awaluddin, jajaran deputi Kementerian BUMN, jajaran direksi BUMN dan pejabat pe merintahan daerah setempat.

“Saya ke sini mengecek langsung persiapan pembangunan dan mendukung sepenuhnya pembangunan bandara ini. Tentunya kita harapkan bisa melayani masyarakat di 2020 dan mendukung perekonomian daerah,” ujarnya dikutip dari Koran Sindo, Minggu (12/5/2019)

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan AP II saat ini tengah melakukan persiapan pem ba ngun an infrastruktur, dimulai dari pembersihan lahan (land clearing), mendirikan pagar bandara, dan membangun gedung Project Implementation Unit (PIU).

“Setelah per siapan usai di lakukan, pekerjaan selanjutnya adalah membangun terminal penumpang dan runway,” ungkapnya.

Pembangunan terminal penumpang Bandara Jenderal Besar Soedirman dilakukan dalam tiga tahap. Adapun tahap pertama pembangunan terminal penumpang berkapasitas 98.812 penumpang pertahun. Pembangunan tahap kedua membuat terminal memiliki kapasitas 440.440 penumpang per tahun.

Kemudian tahap ketiga menjadikan terminal berkapasitas 597.645 pe numpang per tahun. Menurut Awaluddin, pada tahap awal investasi yang di siap kan Rp500 miliar untuk mem bangun terminal penumpang dan runway.

Bandara ini berlokasi di kawasan Pang kalan TNI AU Jenderal Besar Soedirman. Pada April 2019, AP II dan TNI AU menan da tangani perjanjian kerjasama (PKS) sehingga pembangunan infrastruktur sudah dapat dimulai.

AP II dan TNI AU juga te lah menyepakati Daerah Lingkungan Kerja (DLKr), yakni DLKr I seluas 4,42 hektare gu na diusahakan sebagai ban dara meliputi terminal kargo, terminal penumpang, bangunan operasional/perkantoran ,dan fasilitas sisi darat lainnya

Selanjutnya, DLKr II seluas 43,5 hektare guna penggunaan bersama (penerbangan sipil dan militer) meliputi runway, runway end safety area(RESA), stopway, taxiway,pertolongan kecelakaan penerbangan dan pemadam kebakaran (PKPPK), fasilitas bersama, dan pagar pengamanan bandara.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini