Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

187 Negara Batasi Perdagangan Sampah Plastik Global

Koran SINDO , Jurnalis-Senin, 13 Mei 2019 |10:34 WIB
187 Negara Batasi Perdagangan Sampah Plastik Global
Ilustrasi: Foto Okezone
A
A
A

Sekretaris Eksekutif Konven si Basel, Rotterdam, dan Stockholm (BRS) Rolph Payet menjelaskan, “Sampah plastik di ketahui sebagai salah satu isu ling kungan paling menekan dunia dan fakta bahwa pekan ini hampir 1 juta orang di dunia menandatangani petisi mendesak Pihak-pihak Konvensi Basel mengambil tindakan di sini di Jenewa adalah tanda kesadaran dan keinginan publik untuk ber tindak sangat tinggi.”

Awal tahun ini perusahaan-perusahaan global, termasuk BASF, DowDuPont, Procter & Gam ble, dan SABIC, mem ben tuk aliansi untuk memerangi sampah plastik. Mereka berjanji mengucurkan dana USD1,5 miliar dalam lima tahun mendatang.

Kerja sama yang disebut Alian si Mengakhiri Sampah Plas tik (AEPW) itu dirilis oleh 28 perusahaan pendiri kemarin se iring ber bagai laporan tentang krisis lingkungan yang memburuk akibat 8 juta ton sampah plastik berakhir di lautan setiap tahun. Keberadaan sampah-sampah plastik itu memicu larangan pada beberapa produk plastik sekali pakai.

“Anggota aliansi saat ini berkomitmen lebih dari USD1 miliar untuk proyek selama lima tahun mendatang. Adapun dana bagi anggota tambahan akan menjanjikan anggaran lima tahun sebesar USD1,5 miliar,” ungkap juru bicara AEPW seperti dilansir Reuters.

Dana itu akan digunakan untuk infrastruktur pengumpulan sampah di Afrika dan Asia, teknologi untuk daur ulang dan penggunaan kembali sampah, untuk mendidik pemerintah dan komunitas lokal, serta membersihkan wilayah yang sangat berpolusi.

Aliansi itu sebagian besar terdiri atas para produsen plastik. Mereka menyatakan sekitar 90% sampah laut global berasal dari 10 sungai dan lebih dari setengah plastik dari darat yang berakhir di lautan berasal dari lima negara Asia, yakni China, Indonesia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement