nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemerintah Tebar Insentif Bangun Ibu Kota Baru

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 13 Mei 2019 21:28 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 13 470 2055248 pemerintah-tebar-insentif-bangun-ibu-kota-baru-levZlqPV3K.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah akan mengajak swasta dalam pemindahan Ibu Kota baru nanti. Sebab pemerintah sudah berkomitmen untuk tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam proses pemindahan Ibu Kota.

Sebab, biaya pembangunan ibu kota baru tidak sedikit. Menurut data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) biaya membangun ibu kota baru sekitar Rp466 triliun.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, pemerintah menyiapkan insentif khusus kepada swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mau ikut membantu dalam pemindahan Ibu Kota. Disiapkannya insetif ini dimaksudkan untuk menarik swasta juga BUMN terlibat dalam pemindahan Ibu Kota dari Jakarta.

"Kita harus siapkan baik insentif maupun skema pembiayaannya," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Senin (13/5/2019).

Baca Juga: Jokowi Akan Pimpin Langsung Pencarian Lokasi Ibu Kota Baru

Menurut Bambang, insentif yang disiapkan tersebut bukan dalam bentuk fiskal, akan tetapi lebih kepada insentif yang menguntungkan bisnis bagi para pelaku usaha yang terlibat. "Insentif maksudnya kita memberikan ruang dan memberi konsesi kepada BUMN dan swasta berpartisipasi, bisa juga selain yang full private adalah melalui KPBU. Itu juga insentif karena swasta itu bisa dapat kepastian return dari proyek yang dikerjasamakan," jelasnya.

Sebagai salah satu contohnya adalah insetif yang akan diberikan oleh pengusaha properti yang ikut dalam peembangunan Ibu Kota baru ini. Karena nantinya, pemerintah akan melibatkan pengusaha properti untuk membangun hunian khusus masyarakat yang ada disana.

Baca Juga: Ibu Kota Pindah, Bagaimana Nasib Gedung Pemerintahan di Jakarta?

Nantinya lanjut Bambang, mereka boleh membangun akses tol dari kawasan properti mereka menuju Ibu Kota baru. Dengan demikian, baik secara langsung maupun tidak, mereka sudah ikut membangun Ibu Kota baru.

"Misalnya oke kalo kamu akan diperbolehkan bangun jalan tol ke bisnis resedential punya kamu. Ini lebih penting dari insentif pajak dan fiskal lainnya," kata Bambang. (yau)

(rhs)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini