nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

MRT Jakarta Fase II Bundaran HI-Kota Segera Dimulai

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 14 Mei 2019 11:25 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 14 320 2055415 mrt-jakarta-fase-ii-bundaran-hi-kota-segera-dimulai-Kt5Oxr2n9a.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA – Proyek mass rapid transit (MRT) Fase II Bundaran HI-Kota segera dimulai. Saat ini PT MRT Jakarta sedang menyiapkan lahan pembangunan dinding diafragma (dwall) untuk gardu induk listrik (receiving substation- RSS) di kawasan Monas, Jakarta Pusat.

Pembangunan MRT Fase II akan dimulai dengan membangun Dwall RSS atau paket CP200. Untuk peresmian pembangunan MRT Bundaran HIKota telah dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 25 Maret 2019, bersamaan dengan peresmian pengoperasian MRT Fase I Lebak Bulus-Bundaran HI secara komersial. Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan telah mengantongi surat rkomendasi dari Sekretariat Ne gara (Setneg) untuk pembangunan Dwall RSS di kawasan Monas yang menjadi objek vital dan ring 1.

“Prosesnya masih tahap penyiapan lahan untuk pembangunan,” ujarnya di Jakarta kemarin. Dia menjelaskan, proyek CP200 akan dikerjakan PT Trocon Indah Perkasa yang menjadi pemenang lelang.

 Baca Juga: Tarif MRT Berlaku Normal Hari Ini, Paling Mahal Rp14.000

Lahan yang di siapkan tepatnya berseberangan langsung dengan Museum Nasional. Setelah lahan siap, area konstruksi proyek Dwall RSS akan ditutup dan diberikan pembatas seperti yang dilakukan pada pembangunan konstruksi fisik MRT Fase I sepanjang Lebak Bulus hingga Bundaran HI. Meski diberikan pembatas konstruksi, proyek ini tidak akan mengganggu arus lalu lintas lantaran letaknya di dalam Monas.

“Dalam waktu dekat, segera dimulai prosesnya. Karena proses konstruksinya harus selesai tahun ini, jadi waktu kerjanya hanya tujuh bulan,” katanya.

Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Silvia Halim menuturkan, sambil membangun Dwall RSS di Monas, pihaknya juga menyiapkan proses tender lima paket pembangunan MRT Fase II.

“Tiga paket konstruksi MRT yakni CP201, CP202, dan CP203. Saat ini dokumen tender masih proses review JICA,” ujarnya.

 Baca Juga: MRT Jakarta Operasikan 16 Rangkaian Kereta Mulai 1 Mei

Untuk CP201 akan dibangun jalur kereta MRT sepanjang 2,6 km, yang di dalamnya terdapat dua stasiun bawah tanah. CP202 sepanjang 1,8 km dengan tiga stasiun bawah ta nah dan CP203 sepanjang 1,2 km dengan dua stasiun bawah tanah.

“Tiga konstruksi ini ditargetkan akan dibangun selama 57 bulan. Diharapkan April 2020 sudah dibangun,” katanya. Dua paket lainnya yaitu CP205, berupa pembangunan dan penginstalan sistem perkeretaapian serta rel.

Diharapkan pembangunan bisa dilakukan pada Juli 2020 dengan waktu pengerjaan selama 54 bulan. Untuk CP206 berupa paket pengadaan rolling stock atau kereta MRT.

Nantinya ada enam set rangkaian kereta. Masing-masing rangkaian terdiri atas enam kereta. Jadi, total kereta yang akan dioperasikan dalam MRT Fase II sebanyak 36 kereta. Diharapkan Juli 2020 sudah bisa dilakukan pem buatan kereta oleh pemenang tender dengan waktu pengerjaan 54 bulan.

“Untuk dua paket ini, masih tahap penyusunan dokumen tender. Karena itu diperlukan segera keputusan atas lokasi depo MRT Fase II untuk finalisasi basic engineering design (BED) dan dokumen tendernya,” ungkap Silvia.

Anggota Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Bidang Perkeretaapian Aditya Dwilaksana meminta PT MRT segera me nen tukan depo MRT Fase II, yang sebelumnya direncanakan di Kam pung Bandan, Jakarta Utara. Dia juga menyarankan pemerintah pusat, Pemprov DKI, dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT MRT Jakarta duduk bersama menyelesaikan segala kendala pembangunan me - ngacu pada peraturan presiden, khususnya masalah penentuan lahan.

“Segera putuskan lahan depo. Kalau semakin jauh dari Kam pung Bandan akan berpengaruh terhadap biaya yang jelas bersumber dari anggaran negara dan daerah. Itu harus dipikirkan,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini