nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Setor Modal Rp8 Miliar, Paramitra Sarana Bikin Anak Usaha Baru

Rabu 15 Mei 2019 12:24 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 15 278 2055933 setor-modal-rp8-miliar-paramitra-sarana-bikin-anak-usaha-baru-E7MnC7cjsd.jpg Uang Rupiah. Foto: Okezone

JAKARTA – Kembangkan ekspansi bisnisnya, PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) membentuk anak usaha baru. Perusahaan yang diberi nama PT Paramita Andalan Struktur tersebut berkedudukan di Bekasi, Jawa Barat.

Kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Paramita Bangun Sarana Tbk Vincentius Susanto, anak usaha tersebut didirikan pada 10 Mei dengan modal dasar sebesar 8.000 saham atau setara Rp8 miliar. Selain itu, modal ditempatkan dan disetor sebesar 2.000 saham setara dengan Rp2 miliar. “Nilai penyertaan modal dan persentase kepemilikan perusahaan pada Paramita Andalan Struktur adalah sebesar 1.600 saham," ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Rabu (15/5/2019).

Baca Juga: Gunakan Rp30 Miliar, Paramita Bangun Sarana Bagi Dividen Rp20/Saham

Jumlah tersebut setara dengan Rp1,6 miliar atau sebesar 80% dari modal ditempatkan dan disetor pada Paramita Andalan Struktur. Dirinya menegaskan tidak ada dampak kejadian terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan dan kelangsungan usaha atas pendirian anak usaha tersebut. Sebagai informasi, perusahaan konstruksi swasta ini mengalami perlambatan kinerja di kuartal tiga 2018. Dimana laba perseroan turun 21,3% dari Rp63,8 miliar di 2017 menjadi Rp50,26 miliar di kuartal tiga 2018.

grafik

Penurunan laba bersih tersebut sejalan dengan melorotnya pendapatan usaha PBSA. Pendapatan PBSA di kuartal III-2018 hanya mencapai Rp256,6 miliar, turun 45% dari Rp467,3 miliar pada kuartal III-2017. Pendapatan tersebut berasal dari proyek sebesar Rp240,3 miliar dan retensi sebesar Rp16,2 miliar. Walaupun kinerjanya turun, arus kas IDPR dari aktivitas operasi pada kuartal III 2018 masih tercatat positif Rp43,7 miliar. Tetapi jumlah menurun dari periode yang sama tahun sebelumnya tercatat positif Rp239,3 miliar.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini