nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rombak Jajaran Direksi, Pertagas Tambah Direktur Baru

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 15 Mei 2019 13:50 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 15 320 2055984 rombak-jajaran-direksi-pertagas-tambah-direktur-baru-FzJ7qtkOhu.jpg Foto: Pertagas Tambah Direktur Baru (Dok Pertagas)

JAKARTA - PT Pertamina Gas (Pertagas) mengubah jajaran direksi. Perubahan tersebut berupa penambahan satu jabatan direktur baru. Hal ini merupakan keputusan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2018.

Sesuai hasil RUPS, Rosa Permata Sari akan segera bergabung di Pertagas sebagai Direktur Teknik dan Operasi. Sebelumnya, Rosa menjabat sebagai Group Head Program Management Office di PT. Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).

“Dengan pengalaman panjang beliau, Pertagas optimistis Ibu Rosa akan dapat membawa dan mengembangkan peran Pertagas di bisnis gas Indonesia,” kata Corporate Secretary Pertagas Fitri Erika dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (15/5/2019).

 Baca Juga: Pasca Holding, Pertagas Targetkan Laba Rp1,55 Triliun

Keyakinan tersebut sesuai dengan amanah pemerintah dalam pembentukan Holding Gas yaitu untuk mendorong ketahanan energi nasional.

Jajaran direksi baru Pertagas berkomitmen untuk terus membangun infrastruktur gas, meningkatkan pemanfaatan gas dengan harga yang lebih terjangkau, dan mendorong pengembangan bisnis LNG, dan bisnis gas lainnya. Seluruh usaha ini dilakukan demi mendorong perekonomian Indonesia.

Susunan Direksi Pertagas kini menjadi:

 

1. Direktur Utama : Wiko Migantoro

2. Direktur Komersial : Achmad Herry Syarifuddin

3. Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis : Indra Setyawati

4. Direktur Keuangan dan Dukungan Bisnis : Tenny R.A. Rusdy

5. Direktur Teknik dan Operasi : Rosa Permata Sari

Sementara itu, Pertagas mencetak laba bersih sebesar USD146 juta USD sepanjang 2018. Capaian ini melampaui perolehan laba bersih tahun sebelumnya.

“Tahun 2018, kami berhasil meningkatkan laba dari USD141 juta menjadi USD146 juta,” katanya.

 Baca Juga: Dicaplok PGN, Jajaran Direksi Pertagas Dirombak?

Sementara itu, sepanjang tahun 2018 Pertagas berhasil meningkatkan volume Transportasi Gas sebanyak 2% dari 502.043 MMSCF di 2017 menjadi 512.271 MMSCF di 2018. Transporasi Minyak dari ruas pipa Tempino-Plaju juga mencatatkan kinerja positif yaitu 3,71 MMBO atau naik 10% dari tahun lalu.

Lini usaha Pemrosesan LPG juga meningkat 4% dibanding tahun lalu menjadi 214.446 Ton. Bisnis Regasifikasi LNG turut meningkat 8% dari tahun 2017, dari 42.132 BBTU menjadi 45.624 BBTU. Peningkatan paling signifikan terdapat pada bisnis Kompresi Gas. Volumenya naik 41% dari 1.791 BBTU di tahun 2017 menjadi 2.531 BBTU di 2018.

Total aset Pertagas di 2018 naik signifikan yaitu 106% dibanding tahun 2017. Pada akhir 2018 total aset Pertagas sebesar USD2,048 juta. Peningkatan ini disebabkan oleh penambahan investasi di tahun 2018.

Sepanjang tahun 2018 Pertagas telah menyelesaikan bebagai proyek yaitu Pipa Transmisi Gas Grissik-PUSRI, Pipa Transmis Gas Semare, Pipa Distribusi INL dan Polytama dan Jaringan Gas Rumah Tangga di Jambi, Balikapapan, Bontang dan Penajam Paser Utara.

Total nilai investasi Pertagas di tahun 2018 adalah USD152 juta. Saat ini, Pertagas juga masih menyelesaikan beberapa proyek yang tengah berjalan yakni Pipa Transmisi Gas Gresik-Semarang, Pipa Transmisi Gas Duri-Dumai, Pipa Distribusi PDTA-PDTI dan Jaringan Gas Rumah Tangga di Samarinda dan PALI.

Erika menyatakan, sebagai bentuk kontribusi nyata bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional, fokus utama Pertagas adalah menyediakan infrastruktur gas di Indonesia.

“Harapannya dengan semakin banyak infrastruktur gas, penyaluran gas dari produsen ke konsumen lebih mudah sehingga suplai energi akan terus terjaga,” paparnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini