nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dampak Impor China, Penjualan Asia Pacific Fibers Turun

Kamis 16 Mei 2019 11:52 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 16 278 2056402 dampak-impor-china-penjualan-asia-pacific-fibers-turun-hHTCh116IJ.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Serbuan impor bahan baku dari China memberikan sentimen negatif terhadap penjualan PT Asia Pacific Fibers Tbk (POLY). Pasalnya, di kuartal I/2019, penjualan perseroan tertekan 3,99% menjadi USD113,58 juta. Kondisi yang sama juga terjadi laba bersih juga turun 139,47% menjadi USD1,20 juta pada periode yang sama.

Kata Assistant President Director Asia Pacific Fibers, Prama Yudha Amdan, kinerja yang tertekan pada kuartal I/2019 seiring dengan pasar di industri hulu yang lesu akibat banjir impor dari China. Memasuki kuartal II/2019, perseroan juga belum merasakan kenaikan permintaan memasuki periode Ramadan dan Lebaran. "Tidak ada permintaan yang signifikan di Ramadan ini. Kenaikannya sama seperti bulan normal lainnya," ungkapnya dilansir dari Harian Neraca, Kamis (16/5/2019).

Baca Juga: Rupiah Turun, Bisnis Asia Pacific Fiber Terancam

Disampaikannya, secara umum kenaikan penjualan selama periode Ramadan dan Lebaran mencapai 20%-30%. Permintaan yang meningkat biasanya terjadi sebulan memasuki Ramadan. Meski demikian, perseroan optimistis dapat mencapai target penjualan sebesar USD506 juta pada 2019 atau tumbuh 6,48% secara tahunan. Optimisme ini sejalan dengan strategi perseroan menyiapkan produk bernilai tambah, di samping perlu ada revisi Permendag 64/2017.

Tahun ini, emiten yang bergerak di bidang tekstil ini memasang target penjualan sebesar USD506 juta, dengan kontribusi penjualan ekspor ditargetkan 25%-30% dari total penjualan. Maka guna memenuhi target tersebut, perseroan akan meningkatkan proporsi produk bernilai tambah. Apalagi, prospek produk bernilai tambah (added value) di bahan baku tekstil semakin membaik. Prama Yudha Amdan menyebutkan bahwa dengan meningkatkan produk bernilai tambah, perseroan turut meningkatkan daya saingnya di sektor hulu tekstil ini.

grafik

Adapun saat ini POLY telah memproduksi beragam produk bernilai tambah seperti benang anti-bacteria, serat tahan api dan serat otomotif. Prama menyebutkan perseroan tengah mengincar customer dari sektor otomotif yang baru, dengan cara mempelajari formulasi material yang cocok dengan pelanggan tersebut. Untuk mengembangkan segmen ini, maka POLY pun menganggarkan dana dari capital expenditure (capex) tahun ini yang direncanakan sekitar USD14 juta - USD15 juta. Pertama capex digunakan untuk menambah infrastruktur di line production benang-benang bernilai tambah, yang kedua revitalisasi mesin produksi.

Prama memastikan, belum ada investasi baru atau penambahan kapasitas di tahun 2019 ini selain peremajaan mesin tersebut. Untuk added value product diperkirakan di tahun ini kontribusinya sekitar 30% dari EBITDA perusahaan. Selain memenuhi pasar lokal, produk bernilai tambah ini juga menyasar pasar ekspor.

(kmj)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini