nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Laba Nusantara Pelabuhan Handal Anjlok 89% Jadi Rp1,32 Miliar

Kamis 16 Mei 2019 12:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 16 278 2056408 laba-nusantara-pelabuhan-handal-anjlok-89-jadi-rp1-32-miliar-QHMmqqqflf.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Perolehan laba PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (PORT) pada kuartal I tahun ini terkoreksi tajam. Di mana laba periode berjalan anjlok 89% dari Rp12,01 miliar menjadi Rp1,32 miliar. "Laba periode berjalan turun sekitar Rp11 miliar karena kenaikan biaya operasi dan pemeliharaan terminal serta upah gaji," kata Direktur PORT Isenta, dilansir dari Harian Neraca, Kamis (16/5/2019).

Selain itu, lanjutnya, peningkatan beban dan beban pajak pada kuartal I tahun ini turut menggerus kinerja bottom line. Di samping itu, kata Isenta, ada koreksi dari pemeriksaan pajak sebelumnya yang membuat beban pajak di kuartal I tahun ini mencapai Rp9 miliar. Namun dirinya menjelaskan perusahaan terus berupaya meningkatkan ROE dan ROA perusahaan lebih baik lagi. "Debt to equity kami masih cukup konservatif di 0,97 x ini memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk perkembangan bisnis organik maupun non organik," lanjutnya.

Baca Juga: IPO, Saham Nusantara Pelabuhan Kelebihan Permintaan 1,4 Kali

Dirinya juga menambahkan bahwa rasio lancar perusahaan sampai dengan kuartal I tercatat 1,67 x yang menandakan keleluasaan perusahaan untuk membayar utang jatuh tempo dalam setahun ke depan. Bila perolehan laba turun signifikan, sebaliknya pendapatan perseroan di kuartal I 2019 tercatat sebesar Rp275,9 miliar atau naik 12,95% dari sebelumnya Rp244,27 miliar. Pendapatan terbesar berasal dari jasa stevedoring sebesar Rp162,83 miliar, storage yard sebesar Rp83,85 miliar sewa kapal, operasi terminal dan lainnya.

Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal senilai Rp240 miliar yang nantinya akan digunakan untuk pengembangan terminal peti kemas milik perseroan. Paul Krisnadi, Direktur Utama Nusantara Pelabuhan Handal, mengatakan bahwa tahun ini perseroan lebih fokus untuk melakukan pengembangan di sejumlah terminal milik perseroan di dalam dan luar negeri.

Dia mengatakan bahwa pada tahun ini perseroan akan melakukan pemasangan 4 alat bongkar muat di Terminal Tanjung Priok, Jakarta yang dikelola oleh entitas anak perseroan yakni PT Mustika Alam Lestari. Selain itu, perseroan akan mengoptimalkan kinerja Suksawat Terminal, Thailand yang dikelola oleh entitas anak perseroan yaitu PT Parvi Indah Persada dengan pemasangan 4 alat bongkar muat.”Jadi Rp200 miliar untuk pengembangan terminal di domestik, dan Rp40 miliar untuk pengembangan terminal di Thailand,” ujarnya.

grafik

Untuk sumber pendanaan, kata Paul, sebagian dana belanja modal akan menggunakan dari sumber internal dan sebagian porsi lainnya akan didapatkan melalui perbankan dengan komposisi sebesar 40% dan 60%. Dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang digelar, perseroan memutuskan untuk tidak memberikan dividen atas laba bersih perseroan pada 2018.

Berdasarkan laporan keuangan 2018 perseroan, PORT mencatatkan pendapatan senilai Rp1,19 triliun, turun 0,92% dibandingkan tahun sebelumnya Rp1,2 triliun. Sementara itu, laba bersih perseroan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk merosot tajam menjadi Rp743,32 juta dari tahun sebelumnya yang tercatat 41,96 miliar.“Kami tidak ada pembagian [dividen] karena secara umum masih rugi bersih tahun lalu,” ungkapnya.

Pada tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan jumlah peti kemas sepanjang tahun di kisaran 5%—10%. Target tersebut ditetapkan perseroan lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya dengan pertumbuhan sebesar 12%—13%. Menurutnya target tersebut ditetapkan dengan mempertimbangkan kondisi pasar.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini