nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jejak Bisnis Nabi Muhammad SAW, Jangan Saingi Saudara

Rani Hardjanti, Jurnalis · Jum'at 17 Mei 2019 15:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 17 320 2056987 jejak-bisnis-nabi-muhammad-saw-jangan-saingi-saudara-6ppoR0pwdu.jpeg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Nabi Muhammad SAW terkenal sebagai pebisnis sukses yang terpercaya dan jujur. Tidak hanya di kalangan Kota Makkah namun hingga ke Negeri lainnya.

Konsep harga yang digunakan oleh Nabi Muhammad SAW tidak diperbolehkannya pembatasan harga komoditi. Hal ini dilakukan di masa Nabi Muhammad SAW merupakan cerminan pemikiran yang mewakili konsep Pricing. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Janganlah kamu menjual menyaingi penjualan saudaramu”. (HR. Bukhari, dari Abdullah bin Umar Ra.)

Baca Juga: Jejak Bisnis Nabi Muhammad SAW, Kenali Perusak Keuntungan

Seperti dikutip dari buku Marketing Muhammad, Strategi Andal dan Jitu Praktik Bisnis Nabi Muhammad SAW, karya Thorik Gunara dan Utus Hardiono Sudibyo, terbitan Madani Prima, Jumat (17/5/2019), konsep persaingan yang sehat dalam menentukan harga sudah ditekankan oleh Nabi Muhammad SAW. The war of price (perang harga) tidak diperkenankan karena bisa menjadi bumerang bagi para penjual.

Secara tidak langsung Nabi Muhammad SAW menyuruh kita untuk tidak bersaing di price tetapi bersaing dalam hal lain seperti quality (kualitas), delivery (layanan) dan value added (nilai tambah).

Nabi Muhammad SAW yang hidup pada abad ke 7 masehi sudah mencanangkan sebuah kewajiban bagi pengusaha untuk tidak membingungkan konsumen.

infografis

Dia memerintahkan pada para pengusaha untuk tegas dalam menentukan harga. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Penjual harus tegas terhadap timbangan dan takaran”.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Menukar emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, jelai dengan jelai, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam. Apabila barang yang ditukar itu berlainan jenis lakukanlah sesukamu asal tunai.”

Dalam melakukan jual beli, price harus sesuai dengan nilai suatu barang. Hal ini pada akhirnya akan menguntungkan pihak pengusaha karena kepercayaan konsumen akan dapat diraih dengan sendirinya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini