nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dolar AS Perkasa, Rupiah Melemah Tipis ke Rp14.455/USD

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Senin 20 Mei 2019 17:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 20 278 2058046 dolar-as-perkasa-rupiah-melemah-tipis-ke-rp14-455-usd-7V4AeOsSCB.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih melemah pada pada perdagangan hari ini. Rupiah pun 'nyaman' di level Rp14.400-an per USD.

Dilansir dari Bloomberg Dollar Index, Senin (20/5/2019) pukul 17.00 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange melemah tipis 5 poin atau 0,03% ke level Rp14.455 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.450 per USD – Rp14.460 per USD.

 Baca Juga: BI Catat Rupiah Melemah 1,45% hingga Mei 2019

YahooFinance juga mencatat mata uang Garuda itu melemah 10 poin atau 0,06% ke level Rp14.455 per USD. Dalam pantauan YahooFinance, Rupiah bergerak di kisaran Rp14.445 per USD – Rp14.463 per USD pada hari ini.

Seperti yang diberitakan Okezone, Bank Indonesia mencatat nilai tukar Rupiah mengalami pelemahan pada Mei 2019. Pergerakan Rupiah dipengaruhi dampak ketidakpastian global serta pola musiman peningkatan permintaan valas.

“Setelah sebelumnya menguat pada April 2019, nilai tukar Rupiah pada 15 Mei 2019 tercatat melemah 1,45% secara point to point dibandingkan dengan level akhir April 2019 dan 1,36% secara rerata dibandingkan rerata April 2019,” Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Gedung BI.

 Baca Juga: Rupiah Pagi Ini Melemah ke Rp14.451/USD

Perry menuturkan, nilai tukar Rupiah yang melemah pada Mei 2019 tidak terlepas dari pengaruh sentimen global terkait eskalasi perang dagang sehingga memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Rupiah.

Di sisi lain, lanjut dia, ada pola musiman peningkatan permintaan valas untuk kebutuhan pembayaran dividen nonresiden turut memengaruhi pelemahan rupiah. Ke depan, Bank Indonesia memandang nilai tukar Rupiah akan bergerak stabil dengan mekanisme pasar yang tetap terjaga sejalan dengan prospek NPI 2019 yang membaik.

“Untuk mendukung efektivitas kebijakan nilai tukar dan memperkuat pembiayaan domestik, Bank Indonesia terus mengakselerasi pendalaman pasar keuangan, baik di pasar uang maupun valas,” kata dia.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini