Garuda Indonesia Jelaskan Polemik Laporan Keuangan di Komisi VI DPR

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 21 Mei 2019 15:51 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 21 320 2058465 garuda-indonesia-jelaskan-polemik-laporan-keuangan-di-komisi-vi-dpr-55P0hjNc6f.jpg Garuda Indonesia (Foto: Okezone)

JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui Komisi VI menggelar rapat kerja dengan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA). DPR meminta penjelasan mengenai polemik keuangan yang tengah ramai ke publik beberapa waktu lalu.

Asal tahu saja, laporan keuangan PT Garuda Indonesia menjadi polemik, usai dua komisarisnya, Chairal Tanjung dan Dony Oskaria enggan menandatangani laporan tersebut.

Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra mengatakan, latar belakang mengenai laporan keuangan yang menjadi sangat menarik adalah soal kerjasama dengan PT Mahata Aero Teknologi, terkait penyediaan layanan WiFi on-board yang dapat dinikmati secara gratis.

Kerja sama yang diteken pada 31 Oktober 2018 ini mencatatkan pendapatan yang masih berbentuk piutang sebesar USD239.940.000 dari Mahata. Dari jumlah itu, USD28 juta di antaranya merupakan bagi hasil yang seharusnya dibayarkan Mahata.

"Jadi itu menarik perhatian dua komisaris yang tidak menandatangi persetujuan laporan keuangan. Semua transaksi disemua keuangan sudah diaudit independent auditor yang mana ditunjuk komisaris langsung, namun transaksi itu last minit dua komoisaris tidak setuju dengan alasan tidak sesuai pendapatan secara utuh," jelasnya, di Ruang Rapat Komisi VI, Jakarta, Selasa (22/5/2019).

Namun demikian, katanya, laporan keuangan Garuda Indonesia sudah diperiksa oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Selain itu, laporan keuangan sekarang sedang diaudit langsung Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Jadi sekarang kita tunggu hasil karena sedang diaudit BPK," ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Teknik dan Layanan Iwan Joeniarto mengatakan, pihaknya dengan Mahata Aero Teknologi akan meningkatkan pengalaman baru bagi pelanggan, sebagaimana penerbangan dunia sudah banyak yang menyediakan layanan WiFi on board

"Kita ingin menjadi pelopor airline yang diminati masyarakat kita berupa inovasi baru dan menampilkan, bahwa kita digital airline. Yang ingin kita tampilkan adalah Garuda punya WiFi on board," ucapnya.

Hingga kini direncakan, proses pemasangan layanan WiFi tersebut memerlukan sejumlah sertifikasi. Hal ini dikarenakan seluruh pesawat yang dioperasikan Garuda Indonesia adalah pesawat milik liasor.

"Saat ini yang sudah dapat izin itu semua jenis Airbus baik 330 dan 320, jadi semua siap dipasang. Memang baru satu A320 yang dipasang tetapi ke depan kita sudah pastikan," ungkapnya.

Pemasangan WiFi tersebut juga akan berlaku pada pesawat Garuda Group lainnya yakni, Citilink dan Sriwijaya Air. Untuk saat ini, baru ada satu pesawat Citilink yang dipasangkan WiFi.

"Citilink akan ada 15 pesawat yang dipasang tahun ini, ada sekitar 4-5 pesawat Garuda A330 yang akan dipasang dan sudah ditargetkan 10 pesawat 737 punya Garuda juga," paparnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini