Share

THR Cair, Sri Mulyani Prediksi Konsumsi Tumbuh 5,1% di Kuartal II-2019

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 24 Mei 2019 14:57 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 24 320 2059941 thr-cair-sri-mulyani-prediksi-konsumsi-tumbuh-5-1-di-kuartal-ii-2019-58xxLpOM72.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Okezone

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mencairkan tunjangan hari raya (THR) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI, Polri, dan pensiunan. Dengan demikian, hal ini diharapkan mendorong pertumbuhan konsumsi di kuartal II 2019.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalokasikan sebesar Rp20 triliun untuk kebutuhan THR 2019. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga pun diharapkan bisa terjaga mendekati level 5,1%, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: THR PNS Daerah Belum Cair 100%

"Diharapkan konsumsi terjaga di atas 5% pada kuartal II 2019, bahkan bisa mendekati 5,1%," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Jumat (24/5/2019).

Tentunya, selain didukung pencairan THR, namun juga tetap perlu dibantu oleh situasi politik yang kondusif, sehingga kepercayaan konsumen terjaga. "Tentu kita berharap situasi politik tetap kondusif," tambahnya.

Dia menyatakan, dengan adanya THR maka mendorong pergerakan ekonomi di masyarakat menjelang Lebaran lebih bergeliat. Sebab, setiap menjelang Lebaran, memang tingkat konsumsi masyarakat meningkat pesat dari bulan biasanya.

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Terdepresiasi 50 Poin 

"Biasanya menjelang Lebaran ada ekstra belanja, untuk membeli makanan, baju dan untuk perjalanan sehingga kita berharap memang pengaruhnya lebih besar daripada bulan-bulan biasa," ungkap dia.

Sekedar informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2019 sebesar 5,07%. Di mana konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama pertumbuhan yakni berkontribusi 56,82%.

Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,01% pada kuartal I 2019, melambat dari posisi kuartal IV 2018 sebesar 5,08%. Tetapi meningkat dari posisi kuartal I 2018 sebesar 4,94%.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini