"Maluku dan Papua terpengaruh Freeport karena produksinya turun. Kelihatannya pertumbuhan ekonominya negatif karena memang tergantung dengan satu atau dua perusahaan besar. Ini kalau bisa jangan, karena seharusnya bisa andalkan perikanan, peternakan supaya lebih kuat," ujarnya.
Baca Juga: Rapat Paripurna, Sri Mulyani: Ekonomi RI Ditarget Tumbuh 5,6% pada 2020
Sementara itu untuk Bali dan Nusa Tenggara pertumbuhan ekonomi sebesar 2,3%. Mayoritas dari perekonomiannya masih berasal dari Bali.
"Bali dan NTT, NTB itu 2,3%, tapi banyaknya digerakan Bali. Jadi itu situasi makro spasial Indonesia," tuturnya.
(Rani Hardjanti)