nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lelang WK Migas Tahap III Dibuka, Berminat?

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 28 Mei 2019 17:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 28 320 2061454 lelang-wk-migas-tahap-iii-dibuka-berminat-ulzIA6t5gN.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Pemerintah akan kembali mengumumkan penawaran Wilayah Kerja (WK) Migas Tahap III pada tahun ini. Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka lelang untuk 4 WK Migas.

"Kita akan buka lelang yang ketiga sebentar lagi," ujar Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, di Terminal BBM Plumpang, Jakarta, Selasa (28/5/2019).

Arcandra mengatakan, akan lebih banyak WK Migas yang dilelang pada penawaran Tahap III. Namun, dirinya enggan menyebutkan mana saja WK Migas yang akan dilelang.

"Nanti, yang ketiga akan lebih banyak (WK Migas yang dilelang)," tuturnya.

 Baca Juga: Buka Lelang WK Migas Tahap II, Pemerintah Incar Signature Bonus USD39 Juta

Sementara itu untuk lelang 4 WK Migas Tahap II, Arcandra mengatakan saat ini masih dalam proses karena akses bid dokumen akan dilakukan pada 8 Mei hingga 31 Juli 2019. Sedangkan forum klarifikasi akan berlangsung dari 13 Mei hingga 2 Agustus 2019 dan penyerahan dokumen partisipasi dimulai tanggal 32 Juli hingga 5 Agustus 2019.

"Nanti itu kan 3 bulan. Tunggu dulu," ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan, penawaran meliputi 4 Wijaya Kerja Migas. Adapun rinciannya 3 WK merupakan eskplorasi dan 1 WK merupakan eks produksi.

Untuk WK eksplorasi meliputi WK Kutai, WK Bone dan WK West Gamal. Sedangkan yang WK produksi yang ditawarkan adalah WK West Kampar.

 Baca Juga: Daftar Pemenang Lelang WK Migas Tahap I 2019

Menurut Djoko, dengan adanya penawaran WK migas tahap kedua tahun 2019 ini potensi signature bonus yang akan diterima pemerintah adalah sebesar USD39 juta.

"WK Baru, WK Kutai dan WK Bone. Jadi total ada empat. Tiga eksplorasi dan satu produksi (west kampar)," ujarnya.

Lanjut Djoko, seluruh WK tersebut ditawarkan dengan mekanisme Lelang Reguler dan menggunakan skema Kontrak PSC Gross Split. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 52 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 8 Tahun 2017 tentang Kontrak Bagi Hasil Gross Split.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini