nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pendapatan IBFN Naik Jadi Rp21,60 Miliar di Kuartal I-2019

Rabu 29 Mei 2019 12:43 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 29 278 2061722 pendapatan-ibfn-naik-jadi-rp21-60-miliar-di-kuartal-i-2019-Hunr08zX57.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Intan Baruprana Finance Tbk (IBFN) mencatatkan pendapatan tumbuh sebesar 174% year on year (yoy) menjadi Rp21,60 miliar pada kuartal I 2019, dari sebelumnya rugi sebesar Rp29,18 miliar pada kuartal yang sama tahun sebelumnya. Informasi tersebut dilansir dari Harian Neraca, Rabu (29/5/2019).

Direktur Utama IBFN Carolina Dina Rusdiana mengatakan, perbaikan pendapatan tersebut didorong oleh pembiayaan sewa, modal kerja, dan lain-lain. Perusahaan yang saat ini aktif mencari pendanaan untuk meningkatkan pembiayaan juga giat memperbaiki pembiayaan bermasalah.

Per 31 Maret 2019 lalu rugi bersih setelah pajak berhasil turun menjadi Rp15,84 miliar, dibanding pencatatan kerugian sebesar Rp56,48 miliar dalam periode yang sama di akhir Maret 2018.

Dijelaskannya, penurunan kerugian ini didukung oleh langkah-langkah efisiensi, restrukturisasi, dan perbaikan struktur permodalan yang telah dilakukan sepanjang 2018. Carolina menambahkan, tahun ini adalah babak baru bagi perseroan dengan manajemen dan pemegang saham baru hasil right issue di akhir 2018, sehingga siap dalam menyalurkan kembali pembiayaan kepada nasabah-nasabah perusahaan yang mempunyai track record dan prospek usaha yang baik di tahun ini.

Baca Juga: Ramayana Bagi-Bagi Dividen Rp50/Saham

Dirinya menegaskan, kualitas pembiayaan perseroan saat ini terus mengalami perbaikan. Dimana rasio pembiayaan bermasalah per 31 Maret 2019 membaik 25% dari posisi yang sama di 31 Maret 2018 sebesar 69% dan sedang diupayakan mengecil hingga di bawah 5% pada akhir 2020. Kemudian rasio permodalan juga mengalami perbaikan dari 1% pada Maret 2018 menjadi 22% di Maret 2019.

Sebagai informasi, pada 24 April 2019 lalu, perseroan telah memperkuat manajemen IBFN dengan mengangkat Mulyadi sebagai direktur perseroan. Sebelumnya, IBFN menghadapi tuntutan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) kepada Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang meraih kesepakatan atas proposal perdamaian.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini