Ramayana Bagi-Bagi Dividen Rp50/Saham

Senin 27 Mei 2019 12:04 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 27 278 2060789 ramayana-bagi-bagi-dividen-rp50-saham-8mK7vJ6ZrA.jpg Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) memutuskan membagikan dividen sebesar Rp50 per saham dengan jumlah total Rp337,1 miliar. Nominal tersebut setara dengan 57,4% pay out ratio atas laba bersih pada 2018.

Perseroan mengungkapkan, jumlah pembagian dividen perseroan di 2018 naik dibandingkan 2017. Pada tahun lalu perseroan membagikan Rp40 per saham dengan jumlah total Rp268,92 miliar. Sementara itu, laba bersih pada 2018 mengalami peningkatan sebesar 44,4% menjadi Rp587,1 miliar dari Rp406,6 miliar pada tahun sebelumnya. Pendorong utama meningkatnya laba seiring dengan melonjaknya penjualan di department store yang ikut menaikkan marginn laba kotor.

Di luar itu, perseroan berhasil menekan biaya-biaya operasional. Margin laba bersih mencapai 6,9% dari total penjualan bersih tahun 2018. Rencananya manajemen RALS akan membagikan dividen pada tanggal 27 Juni mendatang. Momentum ramadhan dan lebaran selalu menjadi peluang emas bagi perusahaan ritel modern ini mendongkrak penjualan.

Baca Juga: Ramayana Raup Laba Bersih Rp77,5 Miliar, Meroket 428%

Direktur Keuangan PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk Suryanto mengatakan, target penjualan Ramadan serta Lebaran tahun ini dipatok sebesar Rp3,2 triliun. Target tersebut naik 14% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.”Untuk Mei kami targetkan penjualan sebesar Rp2 triliun dan Juni itu Rp1,2 triliun. Target kenaikan dibandingkan tahun lalu sebesar 14% sementara kontribusi terhadap penjualan selama setahun sekitar 35%," ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Senin (27/5/2019).

Kendati suasana politik tengah memanas menjelang momentum Lebaran, Suryanto berpendapat itu tidak berpengaruh sama sekali terhadap kinerja perseroan. Menurutnya, setiap tahun memang mencanangkan target penjualan yang lebih tinggi dibandingkan kompetitor bersandar pada perbaikan ekonomi secara nasional. Adapun dalam kerusuhan 22 Mei, store di Sabang tutup 2 hari. Namun, tidak berdampak signifikan karena kontribusinya tidak sampai 1% dari penjualan secara nasional.

IHSG Ditutup Menguat 76,4 Poin Hari Ini 

Lebih lanjut, Suryanto menambahkan, kinerja kuartal pertama perseroan bisa dibilang tidak signifikan karena pendapatan hanya tumbuh 1,4%. Namun, itu masih dalam batas wajar sebab kinerja perseroan selalu meroket pada kuartal kedua jelang Lebaran. Pada April saja terjadi lonjakan pendapatan sebesar 13%. Adapun, tahun ini RALS menargetkan dapat mencatat total penjualan sebesar Rp8,9 triliun atau naik 3,7% dibandingkan dengan tahun lalu.

Sementara untuk semester 1/2019, Suryanto menargetkan dapat meraih Rp5,3 triliun. Tercatat sampai Mei ini sudah dapat Rp3 triliun. “Memang momentum Lebaran itu penting bagi kami karena berkontribusi 35% dari total target penjualan. Dua bulan ini sangat penting karena Natal dan Tahun Baru tidak sebesar itu," ungkapnya.

Adapun, pada Natal dan Tahun Baru 2020, Suryanto berharap perseroan bisa mencetak Rp900 miliar. Pasalnya momentum tersebut adalah kontributor nomor dua. Lalu momen back to school yang jatuh pada Juli, pendapatan diharapkan bisa meraih Rp567 miliar. Sementara itu, momentum lain seperti Jakarta Fair diharapkan dapat menambah pendapatan sebesar Rp10 miliar pada tahun ini.

(kmj.-)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini