Adapun untuk anggaran belanja modal, tahun 2019, TificoFiber Indonesiaberencana membelanjakannya sekitar USD5,78 juta yang sebagian besar untuk peremajaan mesin. Berkaca pada kuartal I 2019 porsi penjualan TFCO masih didominasi oleh market domestik sebanyak 75% atau senilai USD37,65 juta.
Baca Juga: Charoen Pokphand Siapkan Belanja Modal Rp2,5 Triliun
Namun segmen tersebut turun 18% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya USD46,39 juta. Sedangkan mayoritas ekspor TificoFiber Indonesia ialah negara-negara seperti Jepang yang porsinya 15% dari penjualan atau senilai USD7,83 juta di kuartal I 2019, penjualan di pasar ini mampu naik 20% dibandingkan kuartal I 2018 yang tercatat USD6,49 juta.
Sebagai informasi, perseroan di kuartal pertama tahun ini membukukan penjulan senilai USD50,26 juta atau turun 16% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya USD59,82 juta. Turunnya penjualan diikuti oleh beban pokok penjualan yang melemah 12% year on year (yoy) menjadi US$ 49,45 juta di kuartal I 2019.
(Rani Hardjanti)