nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tifico Fiber Optimistis Penjualan Tumbuh 5% Tahun Ini

Rabu 29 Mei 2019 12:51 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 29 278 2061724 tifico-fiber-optimistis-penjualan-tumbuh-5-tahun-ini-NNvX2Zoe4H.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Mencatatkan performance kinerja keuangan yang melorot di kuartal pertama tahun ini, PT Tifico Fiber Indonesia Tbk (TFCO) optimistis target kenaikan penjualan tahun ini sekitar 5% bisa tercapai di tengah memanasnya perang dagang global antara Amerika Serikat dan China.

Direktur Tifico Fiber Indonesia SugitoBudiono mengatakan, salah satu yang diwaspadai ialah kondisi global dimana trade war antara China dengan Amerika Serikat (AS) menyebabkan perubahan iklim industri di negeri tirai bambu.

”China itu pegang market dunia, jadi price leader, sewaktu-waktu harga produk bisa turun," ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Rabu (29/5/2019).

Menurutnya, tidak ada cara lain, perusahaan harus sigap memperkuat marketingnya dan juga melakukan efisiensi diberbagai lini. Hal ini diperlukan agak TFCO mendapatkan margin keuntungan yang signifikan, dimana pada perolehan tahun 2018 kemarin perusahaan masih merugi senilai USD494 ribu.

Baca Juga: Gema Grahasarana Kantongi Kontrak Rp475 Miliar

Untuk itu, TificoFiber Indonesia akan melakukan efisiensi dalam penggunaan energi. Apalagi TFCO telah didukung dengan memiliki power plant sendiri yang berkapasitas 30 megawatt di pabrikan area Banten.

Selain itu,TificoFiber Indonesia juga mencari peluang di segmen produk yang lebih added value seperti otomotif dan keperluan serat produk farmasi. Dengan kapasitas produksi yang mencapai 200.000 ton per tahun, utilitas saat ini sekitar 80% dan akan dapat ditingkatkan seiring permintaan dari pasar.

Adapun untuk anggaran belanja modal, tahun 2019, TificoFiber Indonesiaberencana membelanjakannya sekitar USD5,78 juta yang sebagian besar untuk peremajaan mesin. Berkaca pada kuartal I 2019 porsi penjualan TFCO masih didominasi oleh market domestik sebanyak 75% atau senilai USD37,65 juta.

Baca Juga: Charoen Pokphand Siapkan Belanja Modal Rp2,5 Triliun

Namun segmen tersebut turun 18% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya USD46,39 juta. Sedangkan mayoritas ekspor TificoFiber Indonesia ialah negara-negara seperti Jepang yang porsinya 15% dari penjualan atau senilai USD7,83 juta di kuartal I 2019, penjualan di pasar ini mampu naik 20% dibandingkan kuartal I 2018 yang tercatat USD6,49 juta.

Sebagai informasi, perseroan di kuartal pertama tahun ini membukukan penjulan senilai USD50,26 juta atau turun 16% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya USD59,82 juta. Turunnya penjualan diikuti oleh beban pokok penjualan yang melemah 12% year on year (yoy) menjadi US$ 49,45 juta di kuartal I 2019.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini