Masyarakat kelas menengah di China telah mencapai angka kritis di atas 300 juta, hampir sebesar seluruh populasi Amerika Serikat. Angka tersebut diprediksi akan bertambah dua kali lipat dalam 10 tahun ke depan, terutama pada kota-kota yang belum begitu berkembang.
Sementara saat ini total konsumsi domestik China mencapai angka USD5,5 triliun (Rp78.000 triliun), konsumsi dari kota-kota yang belum begitu berkembang tersebut, dengan populasi mencapai 500 juta warga, diprediksi akan meningkat ke angka USD7 triliun (Rp100.000 triliun) dalam 10 tahun mendatang.
Ketiga, perlindungan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Dalam beberapa tahun terakhir, China telah meningkatkan sejumlah peningkatan signifikan untuk mengurangi pelanggaran HAKI. China juga mengakui pentingnya melindungi hak para inovator. Selain itu, China juga memahami pentingnya mengutamakan konsumen yang menginginkan produk orisinil berkualitas tinggi.
"Saat ini Alibaba berada di posisi terdepan dalam melindungi HAKI. Dengan memanfaatkan teknologi yang kami miliki, kami mengambil langkah agresif dan proaktif untuk membongkar pihak-pihak pemalsu dalam platform kami. Itulah permintaan dari para pelanggan yang mempercayai platform kami," ujarnya.

Keempat, reformasi struktur ekonomi China. Saat ini, sektor swasta tengah berinisiatif membawa ekonomi ke dalam dunia digital, mulai dari proses produksi, rantai pasok, distribusi, pengembangan produk, dan pemasaran. Hal tersebut akan mendukung industri tradisional yang masih dipengaruhi oleh dominasi negara. "Melalui strategi New Retail dari kami dan dukungan teknologi cerdas, Alibaba tengah memimpin pembangunan infrastruktur perdagangan baru dalam dunia ekonomi yang kian menjadi digital," tuturnya.
Kerjasama Alibaba dengan Starbucks adalah salah satu contoh yang bagus. Di China, Starbucks telah menciptakan kehadiran signifikan melalui marketplace Alibaba yang amat bersahabat bagi pengguna telepon seluler. Hasilnya, Starbucks telah mendapatkan jutaan pelanggan setia baru secara online. "Kami juga mendukung Starbucks untuk mengembangkan penawaran mereka dari operasi berbasis toko fisik menjadi pengiriman langsung ke pelanggan. Melalui inisiatif tersebut, Starbucks berhasil menambahkan dimensi online pada strategi pemasarannya. Hal itu tidak mungkin terjadi tanpa dukungan dari Alibaba Business Operating System," katanya.
Menurutnya, isu negosiasi perdagangan ini akan selesai dengan sendirinya. Ekonomi China tengah berubah untuk menutup celah antara kepentingan pemerintah China dan Amerika Serikat. Artinya, di masa depan akan ada konsumsi domestik yang lebih besar, lebih banyak barang impor, perlindungan HAKI yang terus berkembang, dan proses pemindahan industri ke dunia digital dengan partisipasi sektor swasta.
"Ketika kami memandang perubahan ekonomi China, Alibaba ada di posisi yang paling tepat. Saya tidak dapat membayangkan perusahaan lain yang lebih baik dan lebih siap untuk menghadapi isu-isu tersebut dan untuk bisa memanfaatkan peluang secara jangka panjang," tutupnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.