nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perang Dagang AS - China di Mata Hary Tanoe

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 31 Mei 2019 19:51 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 31 320 2062662 gelar-manager-forum-mnc-group-fokus-pada-pengembangan-digital-Js4ncAsW1H.jpg Foto: Okezone
JAKARTA - Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengomentari perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan China yang tak kunjung berakhir. Padahal pada awal tahun lalu banyak yang memprediksi perang dagang ini akan berakhir.

Menurut Hary Tanoe, perang dagang antara dua negara adidaya bisa berdampak buruk bagi Indonesia. Khususnya bagi kinerja ekspor yang diprediksi akan menurun drastis.

Bagaimana tidak, jika perang dagang terus terjadi, maka ekonomi China akan mengalami pelemahan. Sedangkan ekspor Indonesia menuju China salah satu yang terbesar.

"Negara seperti Indonesia kena dampaknya (akibat perang dagang AS-China) kalau ekonomi China slowdown karena ekspor Indonesia ke China tinggi," ujarnya dalam acara Manager Forum di Inews Tower, Jakarta, Jumat (31/5/2019).

Menurutnya, akibat perang dagang ini antara Amerika Serikat dan China yang paling dirugikan adalah China. Ekspor China ke Amerika sangat besar, ditambah lagi pabrik-pabrik asal Tiongkok juga banyak berdiri di sana.

Baca Juga: Perang Dagang AS-China Memanas, Wall Street Anjlok

"Akibat perang dagang, memang lose-lose karena barang Amerika yang diekspor China turun. Yang paling kenanya ya China. Ekspor ke Amerika China lebih besar," ucapnya.

Oleh karena itu, lanjut Hary Tanoe, yang harus dilakukan oleh Indonesia adalah bagaimana caranya agar pabrik-pabrik asal China tidak lari ke Indonesia. Karena jika lari ke Indonesia maka akan merugikan Indonesia karena indsutri Indonesia sulit bersaing.

"Kalau Indonesia cerdik dia harus berfikir bagaimana mengalihkan agar pabrik China tidak lari ke Indonesia," ucapnya.

Menurut Hary Tanoe yang menjadi kelemahan dari Indonesia adalah ada pada industrinya. Padahal pada beberapa tahun yang lalu, Indonesia begitu terkenal dengan indsutrinya baik khususnya garmen.

Baca Juga: Perang Dagang AS-China Memanas, Dampaknya Makin Meluas

Oleh karenanya, Hary Tanoe menitipkan pesan kepada Presiden Joko Widodo untuk mempermudah perizinan. Karena menuruntnya, yang dihadapi dan menjadi faktor penghambat dari berdirinya industri adalah masalah perizinan.

Menurutnya, pembuatan kawasan ekonomi khusus sangat penting untuk mengembangkan industri.

Nantinya KEK itu memiliki keistimewaannya tersendiri dari mulai perizinan bahkan hingga perpajakan yang keistimewaan tersebut diatur lewat Keputusan Presiden (Keppres).

"Saya pernah mengatakan masalah di Indonesia itu perizininan, lebar low kita . Makanya sekarang pabrik pada kabur. Oleh karena itu, bapak Jokowi buatlah KEK, dengan aturan khusus," jelasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini